Sejumlah kabel provider menjuntai setelah mulai ditertibkan di depan Pasar Umum Negara, Senin (19/10). (BP/ist)

NEGARA, BALIPOST.com – Kabel provider fiber optik dan listrik yang semrawut di sepanjang Jalan Ngurah Rai, Negara, mulai ditertibkan. Penertiban sudah dilakukan sejak Sabtu (17/10) lalu, dimulai dari depan Pasar Umum Negara.

Penataan ini bagian dari proyek penataan kawasan jalan protokol Kota Negara senilai Rp14,7 miliar yang dibiayai APBD Kabupaten Jembrana Tahun 2026.

Pekerjaan awal dilakukan dengan pembongkaran jalur saluran air di kanan kiri Jalan Ngurah Rai, serta perataan lahan di eks pertokoan Jalan Pahlawan (barat Pasar Umum Negara) yang sudah dilakukan. Dan saat ini tahap penataan taman tengah boulevard pemisah jalan.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan (PUPRP) Jembrana, I Nyoman Wiartha, Senin (19/10) mengatakan perataan dan pembongkaran saluran air di pinggir jalan merupakan bagian dari program penataan koridor Jalan Ngurah Rai guna mempercantik wajah Kota Negara.

Baca juga:  Anggaran Penataan Taman Perjuangan Tabanan Capai Rp1,2 Miliar

Wiartha memastikan untuk kabel listrik PLN ditanam di bawah tanah, sedangkan kabel provider telekomunikasi masih tahap proses. “Penataan sudah mulai dilakukan pekan lalu, untuk PLN dipastikan dibawah, untuk provider masih proses,” katanya.

Ruas Jalan Ngurah Rai sepanjang kurang lebih 1,2 kilometer di sisi kanan dan kiri jalan dibangun pedestrian. Dimulai dari kawasan Jembatan Ijo Gading hingga Tugu Adipura. Akan tetapi tidak seluruh ruas masuk dalam penanganan karena beberapa lokasi masih menjadi aset Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW), termasuk area di depan Pasar Umum Negara.

Baca juga:  Mekare-kare, Tradisi Penghormatan Dewa Perang di Tenganan

Selain trotoar dan saluran air, proyek tersebut juga mencakup penataan taman kota di barat Pasar Umum Negara yang sebelumnya kosong. Pekerjaan sudah mulai dilakukan dan hampir selesai. “Selain untuk estetika kawasan perkotaan, juga memperbaiki kondisi trotoar yang banyak mengalami kerusakan serta sistem drainase yang belum mampu mengatasi genangan saat hujan deras,” kata Wiartha.

Saat ini, di beberapa titik trotoar di Jalan Ngurah Rai sebelumnya mengalami kerusakan hingga berlubang sehingga mengurangi kenyamanan pejalan kaki sekaligus menurunkan keindahan kawasan pusat kota. Selain itu, titik-titik tertentu sering tergenang saat hujan dengan intensitas tinggi.

Baca juga:  Gianyar Mulai Terapkan E Parkir, Dishub Siapkan Alat Senilai Ratusan Juta

Pengerjaan proyek ditargetkan berlangsung selama empat bulan dan diperkirakan selesai akhir tahun.

Pedestrian ini nantinya juga dijadika n percontohan penataan utilitas bawah tanah. Melalui program tersebut, sebagian jaringan telekomunikasi dan internet direncanakan dipindahkan ke bawah permukaan tanah sehingga keberadaan tiang utilitas di sepanjang
trotoar dapat dikurangi.

Penyedia layanan telekomunikasi yang tergabung dalam Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) pada prinsipnya telah menyatakan dukungan terhadap rencana tersebut. “Penataan jaringan kabel utilitas bawah tanah agar kawasan lebih tertata, ” katanya.

Di beberapa lokasi, tiang provider yang jumlahnya semakin banyak dengan kabel yang menggantung menghambat ruang gerak pejalan kaki dan merusak pemandangan. (Surya dharma/balipost)

 

BAGIKAN