Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri (kanan) mendampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia saat memberikan keterangan pers terkait kondisi BBM di Bali, Senin (19/10) di Depo Sanggaran, Denpasar. (BP/win)

DENPASAR, BALIPOST.com – Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, kembali menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Bali atas terjadinya antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi sejak Senin (12/10). Pertamina berkomitmen melakukan evaluasi dan meningkatkan pelayanan serta distribusi energi agar kejadian serupa tidak terulang pada masa mendatang.

Permohonan maaf tersebut disampaikan Simon saat konferensi pers bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Gubernur Bali, Wayan Koster, di Depo BBM Sanggaran, Denpasar, Senin (19/10) siang. Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran TNI-Polri, serta masyarakat yang telah mendukung proses pemulihan pelayanan BBM di Pulau Dewata.

Simon mengatakan, dukungan berbagai pihak sangat membantu Pertamina dalam menangani antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), sekaligus mempercepat pemulihan pelayanan kepada masyarakat.

Baca juga:  WFH Cegah Omicron, Bali Disarankan Tak Serta Merta Ikut

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan, khususnya oleh Bapak Gubernur beserta seluruh jajaran Pemprov Bali dan Forkopimda, atas dukungan kebijakan serta bantuan selama masa pemulihan pasca antrean BBM di wilayah Bali,” ujarnya.

Ia secara khusus mengapresiasi keterlibatan jajaran TNI dan Polri dalam membantu pengamanan serta penguraian antrean di SPBU. Dukungan tersebut juga mencakup bantuan tenaga untuk mengoperasikan SPBU dan mengemudikan mobil tangki Pertamina.

Menurut Simon, sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, Pertamina, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung pemulihan distribusi BBM di Bali.

“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran TNI, Bapak Pangdam, Kasdam, Danrem, beserta jajaran kepolisian dan Bapak Kapolda atas dukungan yang diberikan kepada Pertamina,” katanya.

Baca juga:  Bali Masih Tak Berubah, Zona Hijau COVID-19 Nasional Bertambah

Simon menegaskan, Pertamina berkomitmen menjaga kelancaran penyaluran dan distribusi energi agar seluruh wilayah dapat terlayani dengan baik. Menurut dia, ketersediaan energi memiliki peran strategis dalam menjaga aktivitas perekonomian, terutama di Bali yang mengandalkan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak utama ekonomi.

Energi, lanjutnya, menjadi penopang berbagai kegiatan masyarakat, termasuk operasional usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta aktivitas ekonomi lainnya.

“Energi adalah denyut nadi perekonomian, khususnya di Pulau Bali, untuk membantu sektor pariwisata, UMKM, termasuk aktivitas ekonomi lainnya,” ujarnya.

Terkait antrean BBM tersebut, Simon menyatakan Pertamina telah melakukan evaluasi dan akan terus mengupayakan perbaikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada masa mendatang. Namun, dalam pernyataannya, ia tidak merinci hasil evaluasi maupun langkah teknis yang akan diterapkan untuk mencegah kejadian serupa.

Di hadapan awak media, Simon kembali menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Bali. Ia mengakui bahwa situasi yang terjadi telah menuntut kesabaran masyarakat dalam memperoleh BBM.

Baca juga:  Warga Padati Sungai Yeh Sah, Saksikan Aliran Lumpur

“Atas nama Pertamina Group sebagai Direktur Utama, dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Kami berjanji dan berkomitmen bahwa kejadian ini tidak akan terulang di kemudian hari,” tegasnya.

Ia berharap pelayanan distribusi energi di Bali dapat terus ditingkatkan sehingga kebutuhan masyarakat dan dunia usaha dapat terpenuhi dengan lebih baik. Pertamina, kata Simon, akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik, tidak hanya bagi masyarakat Bali, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“Sekali lagi, terima kasih atas dukungan, pengertian, kesabaran, dan dukungan yang diberikan masyarakat Bali kepada Pertamina. Matur suksma kepada seluruh masyarakat Bali,” pungkasnya. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN