
DENPASAR, BALIPOST.com – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di Bali mulai berdampak terhadap peningkatan jumlah pengguna transportasi umum. Bus Trans Metro Dewata (TMD) mencatat jumlah penumpang pada Selasa (13/10) mencapai 6.501 orang. Jumlah ini meningkat 791 orang atau sekitar 14 persen dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat sebanyak 5.710 orang.
Direktur Utama PT Satria Trans Jaya sebagai operator Bus TMD, Ketut Edi Dharma Putra, Rabu (14/10), mengatakan berdasarkan rekapitulasi operasional selama tiga hari, jumlah pengguna TMD menunjukkan peningkatan di tengah situasi kelangkaan BBM.
Pada Minggu (11/10), jumlah penumpang TMD tercatat sebanyak 5.865 orang dengan 255 ritase dan satu jadwal perjalanan tidak terlayani. Sehari kemudian, Senin (12/10), jumlah penumpang turun menjadi 5.710 orang dengan 239 ritase. Pada hari tersebut, terdapat 17 jadwal perjalanan yang tidak terlayani.
Sementara itu, pada Selasa (13/10), jumlah penumpang meningkat menjadi 6.501 orang dengan 240 ritase. Namun, sebanyak 16 jadwal perjalanan tercatat tidak terlayani.
Secara keseluruhan, rata-rata jumlah penumpang harian TMD pada 1–10 Oktober tercatat sebanyak 5.645 orang. Angka tersebut meningkat menjadi rata-rata 6.025 orang per hari selama periode 11–13 Oktober, ketika kelangkaan BBM terjadi. Dengan demikian, terdapat kenaikan rata-rata 380 penumpang per hari atau sekitar 7 persen.
Peningkatan tersebut menjadi salah satu indikasi bahwa transportasi umum berpotensi menjadi alternatif mobilitas masyarakat ketika pasokan BBM mengalami gangguan.
Edi Dharma Putra menilai, kondisi ini semestinya menjadi momentum bagi Pemerintah Provinsi Bali untuk semakin serius mengembangkan transportasi umum dengan jangkauan layanan yang lebih luas.
Menurutnya, ketidakpastian pasokan BBM dan pertumbuhan jumlah kendaraan pribadi setiap tahun menjadi tantangan yang perlu diantisipasi melalui penyediaan sistem transportasi publik yang memadai. Tanpa upaya tersebut, beban lalu lintas dan kemacetan di Bali berpotensi semakin sulit dikendalikan.
Pengembangan transportasi umum, lanjutnya, perlu diarahkan agar mampu menjangkau lebih banyak kawasan permukiman, pusat aktivitas ekonomi, kawasan pendidikan, serta destinasi pariwisata. Dengan jangkauan dan kualitas layanan yang semakin baik, masyarakat diharapkan memiliki pilihan mobilitas yang lebih praktis tanpa harus selalu bergantung pada kendaraan pribadi.
Selain perluasan rute, peningkatan keandalan jadwal dan kesinambungan operasional juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik.
Bagi Edi Dharma Putra, kenaikan jumlah pengguna TMD di tengah kelangkaan BBM ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah untuk memperkuat layanan angkutan umum sebagai bagian dari solusi jangka panjang terhadap persoalan mobilitas di Bali. Upaya tersebut tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan transportasi sehari-hari, tetapi juga dengan pengendalian kemacetan dan pengurangan ketergantungan terhadap BBM. (Ketut Winata/balipost)










