
DENPASAR, BALIPOST.com – Gubernur Bali, Wayan Koster, menyatakan rencana penerapan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah bagi pegawai di Bali tidak perlu dilakukan untuk sementara waktu menyikapi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Keputusan tersebut menyusul adanya kepastian stok BBM dan skema penanganan yang disepakati bersama PT Pertamina (Persero) untuk diterapkan mulai Selasa (13/10) malam hingga situasi kembali normal.
Gubernur Koster mengatakan, sebelum adanya skema penanganan tersebut, Pemprov Bali sempat merencanakan penerapan WFH sebagai salah satu langkah untuk mengurangi mobilitas masyarakat di tengah kelangkaan BBM. Namun, rencana itu dinilai tidak perlu dijalankan apabila skema yang telah disepakati dapat diterapkan secara optimal.
“Kalau dengan skema yang diputuskan dalam rapat ini dan akan diterapkan mulai malam ini sampai besok, maka tidak perlu work from home,” ujar Koster saat ditanya usai menggelar pertemuan tertutup dengan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, di Ruang Rapat Pertamina Fuel Terminal Sanggaran, Pedungan, Denpasar, Selasa (13/10) sore.
Menurut Koster, hal terpenting saat ini adalah memastikan skema penanganan tersebut berjalan efektif hingga kondisi pasokan dan distribusi BBM kembali normal. Karena itu, pengawasan terhadap pelaksanaannya menjadi perhatian utama.
Ia menekankan pengawasan harus dilakukan secara baik, terutama di seluruh depo dan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Distribusi BBM ke SPBU juga harus dipastikan mencukupi agar pelayanan kepada masyarakat dapat kembali berjalan normal dan antrean kendaraan bisa ditangani.
“Rencana kami tadinya adalah work from home, tapi saya kira nggak perlu, karena skemanya sudah ada. Tinggal menerapkan dan diawasi dengan baik di semua depo dan SPBU,” tegasnya.
Dengan adanya skema tersebut, Pemprov Bali memilih mengutamakan optimalisasi distribusi dan pengawasan di lapangan sebelum mengambil kebijakan pembatasan mobilitas melalui WFH. Efektivitas pelaksanaan skema yang mulai diterapkan Selasa malam itu akan menjadi faktor penting dalam penanganan kelangkaan BBM di Bali.
Koster berharap distribusi BBM dapat berjalan dengan baik sehingga kebutuhan energi masyarakat terpenuhi dan situasi di SPBU berangsur normal. (Ketut Winata/balipost)










