Perlombaan permainan tradisional Megala-gala tahun 2026 digelar di Lingkungan Bentuyung, Kelurahan Ubud.(BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Dalam upaya melestarikan warisan budaya lokal sekaligus membentuk karakter anak sejak usia dini, perlombaan permainan tradisional Megala-gala tahun 2026 digelar di Lingkungan Bentuyung, Kelurahan Ubud, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Senin (12/10).

Ratusan siswa-siswi tingkat sekolah dasar (SD) dari berbagai gugus di Kecamatan Ubud tampak antusias memadati lokasi kegiatan. Masing-masing tim bersaing mengandalkan ketangkasan fisik, strategi, konsentrasi, serta koordinasi kelompok untuk melewati rintangan tim lawan sesuai aturan permainan.

Baca juga:  Dua SMA Negeri di Gianyar Ini Kekurangan Puluhan Murid

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Ubud I Dewa Gde Pariyatna, S.STP., Lurah Ubud I Made Gian Nanda Suwitra, serta Babinsa Kedewatan Koramil 1616-02/Ubud Peltu Ida Bagus Didi Kesuma yang hadir mewakili Danramil 1616-02/Ubud. Turut hadir Ketua Panitia Lomba I Wayan Eka Sutawan, S.Pd., para guru pendamping gugus, dan elemen masyarakat setempat.

Mewakili Panitia, Wayan Eka Sutawan menyampaikan ajang Megala-gala tidak sekadar mengejar kemenangan, tetapi menjadi media edukasi karakter. Melalui permainan ini, para siswa dilatih membangun komunikasi, kedisiplinan, sportivitas, rasa tanggung jawab, serta saling menghargai peran rekan dalam tim.

Baca juga:  Antisipasi Musim Hujan, BPBD dan DLH Tabanan Pangkas Pohon Rawan Patah

Selain membentuk kedisiplinan dan kerja sama, perlombaan Megala-gala ini menjadi langkah konkret dalam memperkenalkan serta mempertahankan permainan tradisional Bali kepada generasi muda agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman dan modernisasi teknologi. (Wirnaya/balipost)

 

BAGIKAN