Antrean pengendara di salah satu SPBU yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto Barat, Denpasar pada Senin (12/10). (BP/iah)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pasokan bahan bakar minyak (BBM) untuk Bali mulai mendapat tambahan setelah kapal pengangkut BBM yang sandar pada Minggu (11/10) membawa 18.000 kiloliter (KL) Pertalite dan 2.500 KL Pertamax. Sementara itu, kargo BBM lainnya masih dalam perjalanan menuju wilayah distribusi Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus.

Tambahan pasokan tersebut menjadi perhatian menyusul antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali dalam beberapa hari terakhir. Di sejumlah daerah, masyarakat juga dilaporkan mengalami kesulitan mendapatkan Pertalite dan Pertamax.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, membenarkan kapal yang sandar pada Minggu membawa total 20.500 KL BBM, terdiri atas 18.000 KL Pertalite dan 2.500 KL Pertamax.

Saat ditanya mengenai kemungkinan tambahan pasokan berikutnya untuk menjaga ketersediaan BBM di Bali, Ahad menyampaikan kargo lainnya juga sedang bergerak.

Baca juga:  BRI Raih Penghargaan Top BUMN Awards 2022 Kategori Korporasi

“Kargo lainnya juga sedang bergerak,” ujarnya, Senin (12/10).

Kedatangan pasokan tersebut menjadi bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan BBM masyarakat Bali di tengah meningkatnya perhatian terhadap ketersediaan pertalite dan pertamax di SPBU.

Ia pun menyatakan pasokan pertalite dan pertamax telah tiba di Bali pada 12 Oktober 2026. Optimalisasi penyaluran terus dilakukan untuk menjaga ketersediaan BBM di tengah antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.

Ahad Rahedi mengatakan, pasokan BBM sebelumnya juga telah tiba pada 7 Oktober 2026. Pertamina terus melakukan pengaturan suplai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan menjaga kelancaran pelayanan di SPBU.

“Pasokan pertalite dan pertamax telah tiba pada 7 Oktober 2026 dan 12 Oktober 2026. Pertamina terus melakukan optimalisasi penyaluran agar ketersediaan BBM tetap terjaga,” ujarnya.

Baca juga:  Perhiasan Bernilai Ratusan Juta Dicuri, Wajah Pelaku Terekam CCTV

Menurut Ahad, Pertamina secara berkala mengevaluasi kebutuhan BBM dan kondisi pelayanan di lapangan. Seiring dinamika kebutuhan dan pola suplai, pemenuhan pasokan di sejumlah titik terus dioptimalkan.

Ia menyatakan pelayanan SPBU di Bali saat ini berangsur normal dan kondusif. Namun, Pertamina belum memerinci wilayah yang mengalami kendala pasokan maupun jumlah SPBU yang terdampak antrean panjang.

Terkait kecukupan stok Pertalite dan Pertamax di Bali, Pertamina juga belum menyampaikan angka persediaan terkini maupun estimasi ketahanan stok untuk beberapa hari ke depan. Pertamina menyatakan pemantauan ketersediaan stok dan perkembangan kebutuhan BBM terus dilakukan sebagai dasar pengaturan suplai.

Mengenai kemungkinan kaitan kondisi tersebut dengan kegiatan MotoGP di Lombok dan perubahan jalur distribusi BBM, Ahad menjelaskan pemenuhan kebutuhan energi setiap wilayah dilakukan melalui perencanaan dan pengaturan suplai dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing daerah.

Baca juga:  Nataru, Pengajuan "Extra Flight" Turun 100 Persen Lebih

Pertamina, lanjutnya, terus mengevaluasi pola suplai dan kondisi operasional untuk menjaga kelancaran pemenuhan kebutuhan energi masyarakat.

Untuk mencegah antrean serupa kembali terjadi, Pertamina melakukan pemantauan stok dan kebutuhan BBM, mengevaluasi pola suplai, serta mengoptimalkan kesiapan sarana dan fasilitas operasional. Koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait juga diperkuat guna mendukung kelancaran pasokan dan pelayanan di SPBU.

Meski pasokan disebut telah tiba dan pelayanan berangsur kondusif, kepastian normalisasi di seluruh SPBU Bali masih perlu dicermati, terutama dengan belum adanya data terbuka mengenai stok BBM, wilayah terdampak, serta proyeksi pemenuhan kebutuhan dalam beberapa hari ke depan. (Suardika/balipost)

BAGIKAN