Petugas BPBD dan DLH Tabanan saat melakukan perompesan pohon perindang sebagai antisipasi saat musim hujan nantinya. (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Mengantisipasi potensi pohon dan dahan patah saat musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tabanan melakukan perabasan pohon perindang di sejumlah titik, salah satunya di Jalan Wisnu, Desa Marga, Kecamatan Marga.

Kepala Pelaksana BPBD Tabanan, I Nyoman Srinada Giri, Minggu (11/10) mengatakan, kegiatan tersebut merupakan langkah antisipasi untuk mengurangi risiko bencana yang dapat membahayakan pengguna jalan, terutama saat hujan dan angin kencang. Tak hanya di ruas jalan di kecamatan Marga, kegiatan penanganan serupa juga dilakukan di jalur Banjar Dadakan, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri.

Baca juga:  Akses Jalan ke Badingkayu Tertutup Longsor

Srinada Giri mengatakan, kesiapsiagaan menghadapi bencana tentunya perlu ditingkatkan seiring perubahan kondisi cuaca. Berdasarkan prediksi BMKG, kemarau panjang diperkirakan berlangsung hingga Desember 2026. Karena itu, BPBD mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mewaspadai ancaman selama musim kemarau, tetapi juga potensi bencana ketika musim hujan tiba.

Salah satu ancaman yang perlu diantisipasi adalah tanah longsor, khususnya di wilayah dengan kondisi geografis yang rawan. “Di Tabanan potensi longsor ada di kawasan seperti Baturiti, Penebel, Pupuan dan Marga,” ujarnya.

Baca juga:  Semester I 2024, Lakalantas di Tabanan Turun Signifikan

Masyarakat di wilayah tersebut diimbau tidak melakukan penebangan pohon secara sembarangan karena dapat memperbesar kerawanan longsor. Vegetasi berperan membantu menjaga kestabilan tanah, terutama di kawasan lereng.

Selain mengantisipasi longsor dan pohon tumbang, BPBD juga menekankan pentingnya peningkatan kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi. Salah satu upaya yang sudah rutin dilakukan adalah simulasi gempa untuk melatih kesiapan petugas dalam menghadapi kondisi darurat.

Menurutnya, ancaman bencana di Tabanan tidak hanya berupa kebakaran dan tanah longsor, tetapi juga gempa bumi serta berbagai potensi bencana lainnya. Melalui langkah pencegahan dan peningkatan kesiapsiagaan, BPBD Tabanan mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan serta segera melaporkan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan warga kepada petugas terkait. (Dewi Puspawati/balipost)

Baca juga:  Jatiluwih Longsor, Sanggah Nyaris Tertimbun Tanah
BAGIKAN