Karyawan mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026). (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat sore (9/10) ditutup naik mengikuti penguatan bursa saham kawasan Asia.

IHSG ditutup menguat 62,48 poin atau 1,04 persen ke posisi 6.093,76. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 8,03 poin atau 1,35 persen ke posisi 601,67.

“IHSG jelang akhir pekan menguat di tengah tekanan eksternal. Penguatan tampaknya memberikan gambaran akan resilience dalam negeri terjaga di saat tekanan global,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus dikutip dari Kantor Berita Antara.

Dari mancanegara, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan tidak akan menyerang Iran sebelum pemilihan paruh waktu pada 3 November 2026, dengan alasan adanya pembicaraan produktif dengan Teheran

Nico menyebut pernyataan tersebut mengubah sikapnya sehari sebelumnya yang sempat mempertimbangkan serangan baru. Meski demikian, AS tetap mempertahankan blokade laut terhadap Iran dan menegaskan tidak akan membiarkan negara tersebut memiliki senjata nuklir.

Baca juga:  Ini Jadwalnya! Cek Pemeliharaan Jaringan Listrik di Bali pada 18 September 2025

Di sisi lain, pasar juga terbebani kekhawatiran atas prospek pendapatan OpenAI yang membebani sektor kecerdasan buatan secara lebih luas dan menantikan hasil pertemuan antara China dengan Uni Eropa (UE) di Beijing untuk cegah perang dagang.

Selain itu, ketakutan akan terjadinya gelembung (bubble) di industri kecerdasan buatan kembali mencuat setelah laporan pendapatan terbaru OpenAI mengecewakan pasar, yang kemudian memicu aksi jual pada saham-saham teknologi AS karena investor meragukan prospek pengembalian investasi di sektor AI.

Sementara sentimen lainnya, pasar cenderung berhati-hati dan mencermati hasil pembicaraan perdagangan dalam pertemuan pejabat Tiongkok dengan Uni Eropa (UE). Sebelumnya kelompok industri Eropa menyerukan tindakan segera terhadap praktik perdagangan China yang tidak adil, memperingatkan risiko terhadap manufaktur UE dan hilangnya pekerjaan lebih lanjut.

Pembicaraan tersebut menyusul diskusi selama tiga bulan mengenai defisit perdagangan barang UE dengan China dan pembatasan Beijing terhadap ekspor mineral langka dan mineral penting lainnya.

Baca juga:  Karnaval Budaya Jadi Bukti Tasikmalaya Siap Jadi Destinasi Industri Kreatif

Dari dalam negeri, hasil survei yang dilakukan Bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap terjaga yang terindikasi dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) September 2026 yang berada pada level optimis (indeks >100) sebesar 118,1.

Selain itu, Indeks Penjualan Riil (IPR) tumbuh sebesar 1,3 persen (yoy), meningkat dibandingkan dengan realisasi pada Juli 2026 yang tumbuh sebesar 1,1 persen (yoy).

“Hasil survei tersebut memberikan gambaran kondisi ekonomi yang resilien namun demikian tentunya pasar berharap pada pemangku kepentingan jika tidak di jaga di Kelola dengan baik daya beli masyarakat. Pasar kuatir akan terjadi divergensi antara persepsi kondisi saat ini dan ekspektasi masa depan,” ujar Nico.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor menguat yaitu sektor industri yang menguat sebesar 1,79 persen, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor infrastruktur yang naik masing-masing sebesar 1,59 persen dan 1,26 persen.

Baca juga:  COVID-19 Melanda, Ekspor Bali Justru Surplus Karena Ini

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu STRK, SOSS, TCPI, TFCO dan BIKE. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni KDTN, TRIN, IDOOH, ALKA dan FORU.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1,41 juta kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 37,53 miliar lembar saham senilai Rp9,91 triliun. Sebanyak 407 saham naik 245 saham menurun, dan 311 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei menguat 0,15 persen ke 69,144,00, indeks Shanghai menguat 0,05 persen ke 3.813,79, indeks Hang Seng menguat 1,79 persen ke 24.211,35, dan indeks Strait Times melemah 0,16 persen ke 5.404,50.

Sementara itu, indeks Kospi (Korea Selatan) libur nasional dalam rangka memperingati Hangul Day. (kmb/balipost)

BAGIKAN