Gede Rico Hardiana Widnyana, bartender muda asal Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, Buleleng, berhasil meraih Juara 2 dunia dalam The TDuB World Championship – Grand Finals yang digelar di Circus-Circus Hotel and Casino, Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, 4–5 Oktober 2026. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan talenta Bali di panggung internasional. Gede Rico Hardiana Widnyana, bartender muda asal Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, Buleleng, berhasil meraih Juara 2 dunia dalam The TDuB World Championship – Grand Finals yang digelar di Circus-Circus Hotel and Casino, Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, 4–5 Oktober 2026.

Ajang tersebut merupakan salah satu Grand Slam Event yang diselenggarakan oleh World Flair Association (WFA) dan mempertemukan para bartender terbaik dari berbagai negara. Kompetisi ini diikuti 33 peserta dari 18 negara.

Bali mengirimkan dua perwakilan, yakni I Wayan Eka Darmawan dan Gede Rico Hardiana Widnyana. Kehadiran keduanya tidak semata-mata untuk mengejar prestasi, tetapi sekaligus membawa misi memperkenalkan talenta bartender Bali dan potensi Arak Bali ke panggung internasional.

Rico yang lahir di Denpasar, 12 Desember 2003, mengawali perjuangannya dari babak penyisihan. Ia sempat berada di posisi ke-10 sebelum berhasil melaju ke babak final. Penampilan yang kreatif, enerjik dan penuh keterampilan flair bartending kemudian mengantarkannya ke posisi runner-up atau Juara 2 dunia.

Atas prestasi tersebut, Rico berhak membawa pulang sabuk perak atau silver championship belt, sekaligus mencatatkan namanya sebagai salah satu bartender muda Bali yang mampu bersaing di level dunia.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Ngurah Wiryanata, mengatakan capaian tersebut menjadi kebanggaan bagi Bali sekaligus membuktikan bahwa talenta ekonomi kreatif daerah mampu bersaing dalam kompetisi bertaraf internasional.

“Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Bali sekaligus menunjukkan bahwa talenta ekonomi kreatif Bali mampu bersaing dalam kompetisi bertaraf dunia,” ujarnya, Selasa (6/10).

Menurut Wiryanata, flair bartending bukan sekadar kemampuan meracik dan menyajikan minuman. Seorang bartender dituntut menguasai teknik, kreativitas, ketepatan, keamanan, penguasaan panggung hingga profesionalisme.

Baca juga:  Pemberdayaan LPD dan Toko Berjaringan Desa Pakraman

Karena itu, keikutsertaan bartender Bali dalam kompetisi dunia dinilai menjadi kesempatan penting untuk meningkatkan kapasitas sekaligus membangun jejaring internasional. Di sisi lain, ajang tersebut juga dimanfaatkan sebagai ruang promosi produk lokal Bali, khususnya Arak Bali.

“Melalui keterampilan flair bartending, para bartender tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis dalam meracik dan menyajikan minuman, tetapi juga kreativitas, ketepatan, keamanan, penguasaan panggung dan profesionalisme,” jelasnya.

Keberangkatan Rico ke Las Vegas juga tidak terlepas dari perhatian Gubernur Bali, Wayan Koster terhadap talenta muda Bali.

Sebelumnya, Gubernur Koster disebut sangat terkesan dengan penampilan Rico ketika mengikuti babak final kegiatan Bulan Bung Karno yang digelar DPD PDI Perjuangan Bali. Penampilan tersebut menjadi salah satu pertimbangan hingga kemudian Gubernur Bali mendorong Rico untuk mengikuti kejuaraan dunia di Las Vegas.

Untuk mengikuti ajang internasional tersebut, perjalanan Rico difasilitasi Pemerintah Provinsi Bali, dengan dukungan Bank BPD Bali dan Perumda Kerta Bali Saguna.

“Fasilitasi keikutsertaan dalam ajang internasional ini merupakan bentuk dukungan Gubernur Bali Bapak Wayan Koster kepada talenta lokal agar memperoleh pengalaman, jejaring dan eksposur global,” kata Wiryanata.

Ia berharap pengalaman tersebut tidak berhenti pada pencapaian individu. Prestasi Rico diharapkan turut memperkuat citra produk lokal Bali dan membuka ruang promosi yang lebih luas bagi Arak Bali di tingkat internasional.

Wiryanata menegaskan, capaian Rico sejalan dengan semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali dalam Bali Era Baru, terutama dalam pengembangan sumber daya manusia, ekonomi kreatif, budaya dan pariwisata berkelanjutan.

“Talenta lokal diharapkan tidak hanya menjadi pelaku industri, tetapi juga mampu menjadi duta yang memperkenalkan identitas dan kekayaan Bali melalui kreativitas di panggung global,” ujarnya.

Baca juga:  Terungkap Gubernur Menempuh Berbagai Cara

Prestasi Rico di Las Vegas, lanjutnya, sekaligus menambah catatan positif kiprah talenta Bali di kancah internasional. Dengan kreativitas, kompetensi dan dukungan berbagai pihak, Bali diharapkan tidak hanya dikenal sebagai destinasi pariwisata dunia, tetapi juga sebagai daerah yang mampu melahirkan talenta kreatif dan membawa identitas produk lokal, termasuk Arak Bali, ke panggung internasional.

Dihubungi melalui telepon setelah menerima trofi sabuk perak, Rico menyampaikan rasa syukurnya atas dukungan yang diberikan Pemerintah Provinsi Bali.

“Terima kasih Bapak Gubernur Bali Wayan Koster dan Pemerintah Provinsi Bali yang telah memberikan dukungan dan fasilitasi keberangkatan ke Las Vegas,” ujar Rico.

Ia mengaku bangga dapat membawa nama Bali ke panggung dunia. Baginya, pencapaian sebagai Juara 2 dunia menjadi pengalaman berharga sekaligus kesempatan untuk memperkenalkan Arak Bali melalui kreativitas dan keterampilan flair bartending.

“Kami sangat bersyukur bisa membawa nama Bali ke panggung dunia dan berhasil meraih Juara 2. Ini menjadi pengalaman yang luar biasa bagi kami. Kami juga membawa misi untuk memperkenalkan Arak Bali kepada dunia melalui kreativitas dan keterampilan flair bartending,” katanya.

Rico juga menyampaikan apresiasi kepada orang tua dan keluarga yang terus memberikan dukungan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Asosiasi Tresnaning Arak Brem Bali, khususnya berbagai merek yang mendukung perjalanan kontingen, yakni Dewan, Bumbung, Iwak, Wanara Petak, Selaka Ning, Palwana, Bali Pala, ArumBali dan Baliku.

Dukungan juga datang dari Bank BPD Bali, Perumda Kerta Bali Saguna, Doctor Bar, Flairforever, serta berbagai pihak yang membantu sejak persiapan hingga pelaksanaan kompetisi.

Baca juga:  Menjabat Gubernur Hanya 10 Hari, Hamdani Siapkan Sejumlah Catatan untuk Gubernur Baru

Menurut Rico, prestasi tersebut bukan semata pencapaian pribadi. Keberhasilannya menjadi bagian dari upaya membawa nama Bali semakin dikenal di dunia.

“Sabuk perak ini kami persembahkan untuk Bali. Semoga capaian ini dapat menjadi motivasi bagi bartender dan generasi muda Bali lainnya untuk terus berprestasi dan membawa produk serta budaya Bali semakin dikenal di dunia,” tambahnya.

Rico sendiri bukan pendatang baru dalam kompetisi flair bartending. Bartender kelahiran Denpasar tersebut telah mengoleksi delapan gelar juara Bali Flair & Mixology dan enam gelar juara Indonesian Flair Bartender.

Sebelum menembus podium dunia di Las Vegas, Rico juga meraih Juara 2 The Master World Flair Thailand 2026, Juara 3 sekaligus Best Cocktail pada Atlas World Flair Championship 2025, Juara 2 sekaligus Best Cocktail pada Vietnam International Flair Open 2024, serta Juara 3 dan Best Cocktail pada Pattaya World Flair Championship 2024.

Selain Rico, Bali juga mengirim I Wayan Eka Darmawan sebagai wakil dalam kejuaraan tersebut. Eka merupakan bartender berpengalaman yang pernah menempati posisi dua pada World Flair Championship 2019 dan masuk Top 10 Legend World Flair.

Ia juga tercatat tiga kali menjadi juara Trisakti Flair Open Jakarta pada 2017, 2018 dan 2019, serta tiga kali juara ABA Road to The Master Thailand dan ABA Road to Barstylez Singapore pada periode yang sama.

Kontingen juga diperkuat Gede Ngurah Udayana dan Yunus Budiana, serta Gde Made Adhi Dwiswara, ST., M.M., Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Ahli Muda pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali sekaligus Ketua Tim Industri Agro Bidang Perindustrian. (kmb/balipost)

BAGIKAN