Pemanah Indonesia Nurisa Dian Ashrifah (kiri) dan Sostar Andaru Rinaldi (kanan) bersiap melepaskan anak panah saat sesi latihan di Pelatnas Panahan, Lapangan Panahan GBK, Senayan, Jakarta, Selasa (21/7). (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Sejarah baru tercipta di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Nurisa Dian Ashrifah mengukir prestasi penting dengan mempersembahkan medali emas pertama Indonesia dari cabang olahraga panahan sepanjang keikutsertaan di Asian Games.

Nurisa menjadi yang terbaik pada nomor compound individual putri setelah menundukkan wakil Filipina, Amaya Amparo Cojuangco, pada partai final di Okazaki Chuo Sogo Park Multipurpose, Aichi, Jepang, Kamis (1/10). Nurisa menang tipis dengan skor 139-137, dilansir dari Kantor Berita Antara.

Kemenangan tersebut sekaligus mematahkan catatan panjang Indonesia di cabang panahan Asian Games. Sebelumnya, prestasi tertinggi Merah Putih hanya berupa medali perak.

Baca juga:  Kejurprov Libatkan 267 Atlet Panahan

Medali perak pernah diraih Tatang Budiman, Donald Pandiangan dan Suradi Rukimin pada nomor beregu recurve putra Asian Games 1982. Indonesia kembali mendapatkan perak melalui Danahuri Dahliana, Rusena Gelanteh dan Purnama Pandiangan pada beregu recurve putri Asian Games 1994.

Sementara itu, Diananda Choirunisa menjadi atlet Indonesia terakhir yang meraih perak panahan, yakni pada nomor individual recurve putri Asian Games 2018.
Nurisa akhirnya mengubah catatan tersebut menjadi sejarah emas.

Tampil tenang sepanjang final, pemanah Indonesia itu mampu menjaga akurasi anak panahnya meski mendapat tekanan dalam duel ketat melawan Cojuangco.

Baca juga:  Karangasem dan Denpasar Juara Panjat Tebing di Margarana

Ketika pertandingan memasuki fase penentuan, ketenangan Nurisa menjadi pembeda. Anak panahnya mampu menancap di angka 10 dan membantu Indonesia mempertahankan keunggulan hingga akhir pertandingan.

Emas Nurisa juga menambah koleksi emas Indonesia menjadi lima keping di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Empat emas sebelumnya datang dari beregu putra bulu tangkis, ganda putra Leo Carnando/Daniel Marthin, angkat besi kelas 75 kilogram putra melalui Rahmat Erwin Abdullah, serta panjat tebing speed putri lewat Desak Rita.

Baca juga:  Gubernur Koster Lepas Kontingen KORMI Bali ke FORNAS Bandung

Peluang Indonesia menambah emas masih terbuka. Sejumlah atlet Merah Putih masih bertanding pada nomor-nomor final, termasuk esports MLBB yang menghadapi Myanmar.

Peluang berikutnya juga datang dari panjat tebing speed putra. Indonesia menurunkan dua andalan, yakni juara Olimpiade Paris 2024 Veddriq Leonardo dan pemegang rekor Asian Games, Aditya Sri Syahrial.

Namun, apa pun hasil pertandingan berikutnya, nama Nurisa Dian sudah lebih dulu tercatat dalam sejarah. Emasnya menjadi penanda untuk pertama kalinya panahan Indonesia berdiri di podium tertinggi Asian Games. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN