Atlet lompat jangkit putri Indonesia Maria Natalia Londa dalam wawancara cegat seusai perlombaan di Nagoya City Mizuho Park Athletic Stadium, Kamis (24/9). (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Maria Natalia Londa menutup penampilannya di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya dengan sebuah lompatan yang sarat makna. Di usia 36 tahun, atlet lompat jangkit Indonesia itu finis di posisi kelima sekaligus menyebut penampilannya kali ini sebagai last dance di panggung multievent terbesar Asia.

Dilansir dari Knator Berita Antara, Maria membukukan lompatan terbaik 13,50 meter pada percobaan kedua di Nagoya City Mizuho Park Athletic Stadium, Kamis. Catatan tersebut menjadi season best bagi Maria, meski belum cukup untuk membawanya kembali ke podium Asian Games.

Dari enam kesempatan, Maria hanya mencatatkan dua lompatan yang sah. Selain 13,50 meter, ia menghasilkan lompatan 13,15 meter pada percobaan kelima.

Baca juga:  Tetap Jalani PPKM Level 4, Bali Belum Juga Masuk Uji Coba Buka Mall

Hasil tersebut memang belum sesuai target yang dibawanya ke Jepang. Namun, Maria memilih melihat sisi lain dari penampilan terakhirnya di Asian Games.

“Besar harapan saya untuk para atlet Indonesia nantinya bisa melanjutkan misi tetap ada di podium, baik itu di kancah ASEAN, Asia maupun internasional lain,” ujar Maria seusai perlombaan.

Bagi Maria, bisa kembali tampil di final Asian Games pada usia 36 tahun sudah menjadi pencapaian tersendiri. Ia mengaku tidak menyangka masih mampu bersaing dengan atlet-atlet terbaik Asia.

“Sebenarnya saat ini saya happy banget bertanding di Asian Games ini karena di luar prediksi sekali bisa bertahan sampai di usia 36. Ini dengan prestasi yang masih bisa bersaing di tingkat Asia. Jujur, buat saya sangat senang masih bisa menjadi finalis,” katanya.

Baca juga:  Jelang Asian Games 2026, Timnas Indonesia Uji Papan Selancar di Pantai Berawa

Maria tetap mengakui ada rasa kecewa karena performanya belum mencapai hasil yang diharapkan. Ia sebenarnya membidik catatan yang lebih baik dari 13,50 meter.

“Target saya sebenarnya lebih baik daripada ini. Tapi yang terjadi saat ini, dikasih Tuhan di ranking lima. Masih puji Tuhan,” ujarnya.

Medali emas nomor lompat jangkit putri diraih atlet Uzbekistan Sharifa Davronova dengan lompatan 14,35 meter. Huang Yingying dari China meraih perak dengan 14,12 meter, sedangkan rekan senegaranya, Li Yi, membawa pulang perunggu setelah mencatatkan 13,83 meter.

Baca juga:  Bonus Rp3 Miliar Disiapkan untuk Peraih Medali Emas Asian Games 2026

Setelah menyelesaikan last dance-nya di Asian Games, Maria belum memastikan seperti apa kelanjutan kariernya. Ia hanya berharap tetap diberikan kesehatan untuk menjalani perjalanan berikutnya.

“Semoga saya juga bisa jaga kesehatan kalau memang nggak tahu lagi ke depannya bagaimana,” kata Maria.

Yang pasti, Maria meninggalkan pesan bagi generasi setelahnya. Ia berharap estafet prestasi atletik Indonesia tidak berhenti dan para penerus mampu menjaga tradisi meraih podium di level Asia hingga internasional.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Indonesia, keluarga, sahabat, dan terutama para pelatih yang telah mendukung perjalanan panjangnya sebagai atlet. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN