Duta Kota Denpasar pada Utsawa Dharma Gita Provinsi Bali Tahun 2026. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dalam ajang Utsawa Dharma Gita Provinsi Bali Tahun 2026 yang berlangsung pada 11 hingga 16 September 2026, duta Kota Denpasar menorehkan pencapaian pada beberapa kategori. Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar Raka Purwantara saat dihubungi di Denpasar, Rabu (16/9), mengatakan, duta Denpasar meraih sejumlah prestasi.

Dia menjelaskan, untuk juara 1 diraih pada kategori Kidung Dewasa Campuran, Membaca Sloka Remaja Putra, dan Dharma Wacana Bahasa Bali Remaja Putra. Juara 2 diraih pada kategori Kekawin Remaja Putri, Dharma Wacana Anak-anak Putra, Membaca Sloka Anak-anak Putra, Menghafal Sloka Remaja Putra, Dharma Wacana Bahasa Bali Remaja Putri, Dharma Wacana Bahasa Inggris Remaja Putri, Sloka Dewasa Putri, dan Geguritan Anak-anak Putra.

Baca juga:  Pilkada Serentak di Bali Pengaruhi Pelaksanaan IMF-WB AM

Sementara, juara 3 diraih pada kategori Menghafal Sloka Anak-anak Putri, Dharma Wacana Anak-anak Putri, Membaca Sloka Anak Putri, Menghafal Sloka Anak-anak Putra, Kekawin Remaja Putra, Membaca Palawakya Remaja Putra, Sloka Remaja Putri, Menghafal Sloka Remaja Putra, Dharma Cerita Anak Putri, Dharma Wacana Bahasa Bali Dewasa Putri, dan Dharma Wiwada.

Raka Purwantara menjelaskan, proses yang dilalui kontingen berawal dari seleksi Utsawa Dharma Gita tingkat Kota Denpasar pada Februari 2026. Perwakilan berasal dari desa adat se-Kota Denpasar. “Setelah itu dibina sebanyak 15 kali pembinaan agar lebih matang oleh Widya Sabha Kota Denpasar sebelum tampil pada ajang tingkat provinsi ini,” ujar Raka Purwantara.

Baca juga:  Bus Kapasitas 25 Tempat Duduk Dilarang Masuk Ubud

Ia menambahkan, keikutsertaan duta Kota Denpasar bukan semata-mata mengejar prestasi, melainkan juga menjadi bagian penting dalam upaya melestarikan dan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sastra dan budaya Bali. “Kami berharap pengalaman yang diperoleh duta Kota Denpasar dapat menjadi motivasi dan teladan bagi generasi muda lainnya. Keberadaan Utsawa Dharma Gita tidak berhenti pada perlombaan, namun mampu menjadi media edukasi sekaligus penguatan karakter dan pelestarian budaya Bali,” tambahnya. (Widiastuti/bisnisbali)

Baca juga:  Gubernur Koster: UDG 2026 Jadi Wahana Membangun SDM Bali Unggul

 

BAGIKAN