Walikota Denpasar IGN Jaya Negara meresmikan Monumen Perjuangan Puputan Badung, Denpasar, Jumat (14/11). Monumen yang ada di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung ini mulai direvitalisasi Pemkot Denpasar sejak Maret 2025. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Peringatan Perang Puputan Badung pada 20 September mendatang akan diisi penampilan sekitar 1.000 penari sebagai inagurasi sebelum penayangan film dokumenter Perang Puputan. Pertunjukan tersebut akan digelar di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung pada sore hari, setelah pelaksanaan apel peringatan yang berlangsung pagi hari.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara didampingi Kabid Kesenian, I Wayan Narta, Senin (14/9) mengatakan, rangkaian kegiatan peringatan 20 September diawali dengan apel peringatan pada pagi hari. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan inagurasi bertema “Mati Tanpa Pejah” sebelum penayangan film dokumenter Perang Puputan Badung. “Temanya Mati Tanpa Pejah dengan spirit tetap mengambil semangat perjuangan Puputan Badung,” ujar Raka.

Baca juga:  Seribu Penari Rejang Sutri Tampil dalam Peringatan Sahasra Warsa Batuan

Ia mengatakan, pertunjukan tersebut akan melibatkan sejumlah sanggar dan komunitas seni. Terdapat sekitar lima sanggar dan komunitas yang terlibat dalam pengisian acara. Jumlah penari yang dilibatkan diperkirakan mencapai sekitar 1.000 orang.

Pertunjukan akan digelar secara terbuka di Lapangan Puputan Badung. Lapangan tersebut sekaligus menjadi panggung pertunjukan. Penonton akan menyaksikan pertunjukan dengan latar belakang tiang bendera, patung, ikon Puputan Badung

Menurutnya, peringatan Puputan Badung merupakan momentum untuk mengenang peristiwa perjuangan, bukan peringatan kemerdekaan ataupun kegiatan yang bersifat perayaan kemenangan.

Baca juga:  Kepepet Bayar Tilang, Tukang Sampah Mencuri

“Karena ini peringatan perang, bukan heroik, bukan peringatan kemerdekaan, bukan syukuran. Artinya, mengambil spirit perjuangan, semangat perjuangan Puputan Badung yang diadopsi dengan perjuangan saat ini. Perjuangan menghadapi bencana, korupsi dan sebagainya,” katanya.

Peringatan tersebut, kata Raka Purwanta, lebih menekankan pada semangat perjuangan yang diwariskan dari peristiwa Puputan Badung. Meskipun dalam sejarahnya Badung mengalami kekalahan dalam perang tersebut, semangat perjuangan yang ditunjukkan para pejuang menjadi bagian penting yang dikenang dalam peringatan setiap 20 September. (Widiastuti/balipost)

Baca juga:  Monumen Perjuangan Puputan Badung Dipelaspas, Ini Alasan Pilih Momen Sugihan Bali
BAGIKAN