
DENPASAR, BALIPOST.com – Peringatan Perang Puputan Badung pada 20 September mendatang akan diisi penampilan sekitar 1.000 penari sebagai inagurasi sebelum penayangan film dokumenter Perang Puputan. Pertunjukan tersebut akan digelar di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung pada sore hari, setelah pelaksanaan apel peringatan yang berlangsung pagi hari.
Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara didampingi Kabid Kesenian, I Wayan Narta, Senin (14/9) mengatakan, rangkaian kegiatan peringatan 20 September diawali dengan apel peringatan pada pagi hari. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan inagurasi bertema “Mati Tanpa Pejah” sebelum penayangan film dokumenter Perang Puputan Badung. “Temanya Mati Tanpa Pejah dengan spirit tetap mengambil semangat perjuangan Puputan Badung,” ujar Raka.
Ia mengatakan, pertunjukan tersebut akan melibatkan sejumlah sanggar dan komunitas seni. Terdapat sekitar lima sanggar dan komunitas yang terlibat dalam pengisian acara. Jumlah penari yang dilibatkan diperkirakan mencapai sekitar 1.000 orang.
Pertunjukan akan digelar secara terbuka di Lapangan Puputan Badung. Lapangan tersebut sekaligus menjadi panggung pertunjukan. Penonton akan menyaksikan pertunjukan dengan latar belakang tiang bendera, patung, ikon Puputan Badung
Menurutnya, peringatan Puputan Badung merupakan momentum untuk mengenang peristiwa perjuangan, bukan peringatan kemerdekaan ataupun kegiatan yang bersifat perayaan kemenangan.
“Karena ini peringatan perang, bukan heroik, bukan peringatan kemerdekaan, bukan syukuran. Artinya, mengambil spirit perjuangan, semangat perjuangan Puputan Badung yang diadopsi dengan perjuangan saat ini. Perjuangan menghadapi bencana, korupsi dan sebagainya,” katanya.
Peringatan tersebut, kata Raka Purwanta, lebih menekankan pada semangat perjuangan yang diwariskan dari peristiwa Puputan Badung. Meskipun dalam sejarahnya Badung mengalami kekalahan dalam perang tersebut, semangat perjuangan yang ditunjukkan para pejuang menjadi bagian penting yang dikenang dalam peringatan setiap 20 September. (Widiastuti/balipost)










