Putu Edi Wirawan alias Kingkong (kiri) saat penyerahan medali di Kejurnas Pobsi. (BP/Istimewa)

JAKARTA, BALIPOST.com – Tim biliar Bali menutup perjuangannya di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (Pobsi) 2026 di Jakarta dengan torehan dua medali. Satu perak dan satu perunggu berhasil dibawa pulang, seluruhnya melalui penampilan gemilang Putu Edi Wirawan alias Kingkong.

Sembilan pebiliar Bali yang diturunkan pada Kejurnas kali ini harus mengakhiri perjuangan setelah melewati persaingan ketat dengan pebiliar dari berbagai daerah. Kingkong menjadi satu-satunya wakil Bali yang berhasil menyumbangkan medali.

Medali pertama diraih Kingkong dari nomor Snooker Six Reds Single. Tak berhenti di sana, pebiliar andalan Bali tersebut kembali melaju hingga partai puncak nomor Snooker 15 Reds Single.

Baca juga:  Zodiak yang Paling Cermat Membaca Peluang Usaha, Apakah Anda Termasuk?

Pada final, Kingkong harus berhadapan dengan musuh bebuyutannya, Gebby Adi Wibawa Putra dari Kalimantan Selatan. Duel berlangsung ketat hingga set penentuan. Namun, sebuah kesalahan kecil pada set kelima membuat momentum berbalik ke tangan Gebby.

Kingkong akhirnya harus mengakui keunggulan pebiliar Kalsel tersebut dengan skor tipis 2-3 dan puas membawa pulang medali perak.

Pelatih Biliar Bali, Welly Soedarno, mengatakan pertandingan final berlangsung sangat sengit. Kedua pemain saling mengejar poin sebelum kesalahan di set kelima menjadi pembeda.

“Di babak final harus mengakui keunggulan Gebby atlet Kalsel dengan skor tipis 2-3. Persaingan ketat, tapi terus terang kesalahan terakhir itu di set kelima. Kita lihat Kingkong melakukan kesalahan dan dimanfaatkan Gebby dengan maksimal,” ujar Welly, Sabtu (12/9).

Baca juga:  Dugaan Korupsi Laptop Chromebook, Nadiem Makarim Diperiksa Perdana

Tambahan satu perak dan satu perunggu tersebut menempatkan Bali di sembilan besar klasemen nasional Kejurnas Pobsi 2026.

Ketua Umum Pengprov Pobsi Bali, dr. Putu Laksmi Anggari Putri Duarsa, Sp.KK, mengapresiasi perjuangan seluruh atlet yang telah tampil di Kejurnas. Menurutnya, ajang ini bukan sekadar memburu medali, tetapi juga menjadi tolok ukur kekuatan atlet Bali menghadapi persaingan nasional.

Kejurnas sekaligus menjadi kesempatan penting untuk memetakan kekuatan calon lawan sebelum memasuki Babak Kualifikasi Pon 2027.

Baca juga:  Sembilan Pebiliar Bali Bidik Emas di Kejurnas POBSI 2026 Jakarta

“Bertemu dengan pemain daerah lain kita bisa melihat seberapa jauh kekuatan mereka bertanding di Pra Pon. Ini ajang untuk menguji kekuatan kita, sejauh mana kemampuan kita bisa bermain,” katanya.

Setelah Kejurnas berakhir, Pobsi Bali akan melakukan evaluasi terhadap seluruh atlet. Perkembangan para pebiliar juga akan terus dipantau sebagai bagian dari persiapan menghadapi agenda yang lebih besar.

Tim pelatih selanjutnya menunggu arahan Koni Bali terkait pelaksanaan Pelatda Jangka Panjang menuju Pon 2028 di NTB-NTT. Hasil dari Jakarta diharapkan menjadi modal evaluasi sekaligus pijakan untuk meningkatkan performa tim biliar Bali ke depan. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN