Wakil Bupati Badung sekaligus Ketua Lembaga Dewan Pendekar Pusat Bakti Negara Bali, Bagus Alit Sucipta menyerahkan Piala kepada Kontingen Badung, usai menjadi Juara Umum Kejuaraan Pencak Silat Bakti Negara Cup I Tahun 2026. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Kontingen Kabupaten Badung tampil perkasa pada Bakti Negara Cup I 2026. Menguasai perolehan medali sejak awal hingga akhir kejuaraan, Badung akhirnya keluar sebagai juara umum setelah mengoleksi 14 medali emas, 8 perak, dan 10 perunggu.

Kejuaraan pencak silat yang berlangsung sejak 4 September 2026 tersebut resmi ditutup di GOR Purna Krida, Kerobokan, Selasa (8/9/2026). Prestasi Badung sekaligus menegaskan kekuatan pembinaan pesilat muda di kabupaten tersebut.

Kota Denpasar harus puas berada di posisi kedua dengan torehan 12 emas, 5 perak, dan 7 perunggu. Sementara Kabupaten Buleleng melengkapi tiga besar setelah mengumpulkan 6 emas, 7 perak, dan 7 perunggu.

Baca juga:  Giri Prasta Ditetapkan Jadi Calon Tunggal Ketum KONI Bali 2026–2030

Wakil Bupati Badung sekaligus Ketua Lembaga Dewan Pendekar Pusat Bakti Negara Bali, Bagus Alit Sucipta, memberikan apresiasi terhadap perjuangan seluruh atlet yang ambil bagian.

Menurutnya, Bakti Negara Cup tidak sekadar menjadi ajang perebutan prestasi, tetapi juga memiliki peran penting dalam menemukan bibit-bibit pesilat masa depan Bali.

“Ajang Bakti Negara Cup pertama ini menjadi langkah nyata kita untuk menjaring bibit-bibit talenta muda pencak silat di Bali. Evaluasi akan terus kita lakukan, dan kami pastikan Kota Denpasar siap menjadi tuan rumah untuk Bakti Negara Cup II mendatang,” tegas Bagus Alit Sucipta.

Baca juga:  Wabup Suiasa Temui Menparekraf, Harapkan Dukungan Pusat Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ke Bali

Ia menilai keberlanjutan kejuaraan sangat penting untuk memastikan proses regenerasi pesilat Bali berjalan secara konsisten. Di sisi lain, pencak silat juga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bagian dari sport tourism berbasis budaya Bali.

Dukungan terhadap penyelenggaraan Bakti Negara Cup I juga disampaikan Pemerintah Provinsi Bali. Mewakili Wakil Gubernur Bali, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa Punia, menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung pembinaan seni bela diri tradisional.

Menurutnya, pencak silat tidak hanya berbicara tentang olahraga dan prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari kekayaan adat dan budaya Bali yang perlu terus dijaga.

Baca juga:  Pemain Penggati Bawa Atletico Madrid Kalahkan Tuan Rumah Valencia

“Kesuksesan penyelenggaraan ini tidak lepas dari peran serta lintas pemerintah daerah, komunitas, dan seluruh masyarakat. Kita berharap ajang ini terus berlanjut dan semakin berkembang ke depannya,” kata Wesnawa Punia.

Bakti Negara Cup I diharapkan menjadi pijakan awal untuk melahirkan lebih banyak pesilat muda berprestasi. Kejuaraan ini sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mengembangkan, dan mempertahankan pencak silat Bakti Negara sebagai salah satu warisan budaya Bali. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN