Beragam produk pencahayaan yang menjadi pilihan untuk residensial maupun properti komersial. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Sektor residensial Bali menjadi salah satu pasar strategis untuk produk pencahayaan di luar Jawa, seiring perkembangan dan meningkatnya pembangunan hunian modern serta vila. Bahkan, produk dengan teknologi modern menjadi pilihan di tengah berkembangnya sektor residensial yang juga diminati investor asing ini.

Pelaku industri residensial, Dedy Bagus Pramono, mengatakan Bali, khususnya Denpasar, merupakan salah satu pasar strategis di luar Jawa. “Bali dan Denpasar ini adalah satu pasar strategis yang utama di luar Jawa,” ujarnya, Kamis (10/9).

Menurut Dedy, perkembangan hunian modern, perumahan, hingga villa di Bali menunjukkan adanya kebutuhan pencahayaan yang semakin beragam. Kondisi itu tidak terlepas dari karakter Bali sebagai daerah tujuan wisata sekaligus wilayah dengan perkembangan desain arsitektur yang kuat.

Ia menyebut desain dan budaya lokal menjadi salah satu pertimbangan dalam melihat kebutuhan pasar di Bali. Produk pencahayaan, kata dia, perlu menyesuaikan dengan kebutuhan desain lokal dan karakter arsitektur yang berkembang di Pulau Dewata.

Baca juga:  Visiting Nusa Lembongan, Tour Guides Asked not to Leave Guests Alone

Dari sisi pasar, President Director Signify Commercial Indonesia ini mengungkapkan kebutuhan pencahayaan yang makin beragam ini tak terlepas dari perubahan pola aktivitas masyarakat di dalam rumah sejak pandemi ikut memengaruhi kebutuhan pencahayaan.

“Rumah tidak lagi semata menjadi tempat beristirahat atau berkumpul bersama keluarga, tetapi juga menjadi ruang untuk bekerja, belajar, bermain, hingga menikmati waktu bersama keluarga,” katanya di sela-sela peluncuran Philips Lighting Store di Bali.

Perbedaan aktivitas tersebut, lanjutnya, membutuhkan jenis pencahayaan yang berbeda. Karena itu, kebutuhan pencahayaan berkembang dari sekadar penerangan umum menjadi bagian dari kenyamanan dan fungsi ruang.

Ditambahkan arsitek, Andri Saputra, dalam desain sebuah ruang, pencahayaan bukan hanya elemen pelengkap, tetapi bagian dari bagaimana sebuah ruang dirasakan. Pemilihan intensitas, temperatur warna, dan arah cahaya dapat memengaruhi ambience sekaligus menonjolkan material dan detail arsitektur.

Baca juga:  Bali's First Food & Wine Festival at Rumah Luwih Beach Resort

Di Bali, kebutuhan ini menjadi semakin menarik karena desain ruang sangat erat dengan karakter lingkungan dan gaya hidup setempat. “Pilihan pencahayaan dapat dipertimbangkan sejak awal sebagai bagian dari keseluruhan desain ruang,” ujar Founder Lumbung Architect ini.

Sementara itu, Burhan Noor Sahid, mengatakan produk pencahayaan kini menjadi bagian dari desain interior, selain tetap menjalankan fungsi utamanya sebagai penerangan.

“Lampu itu ternyata tidak hanya untuk penerangan saja, ternyata bisa menjadi bagian dari sebuah desain,” kata pria yang merupakan Head of Marketing Consumer Signify Commercial Indonesia ini.

Burhan menjelaskan produk pencahayaan kini dikelompokkan ke dalam tiga kategori, yakni pencahayaan fungsional, dekoratif, dan connected lighting.

Baca juga:  Bali Miliki Konteks Khas dalam Pengembangan Pendidikan

Pencahayaan fungsional berkaitan dengan kebutuhan aktivitas sehari-hari, sedangkan pencahayaan dekoratif lebih menitikberatkan pada kesesuaian bentuk dan desain lampu dengan interior ruangan. Adapun connected lighting merupakan pencahayaan yang terhubung dengan teknologi digital dan dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan.

Burhan mengatakan Bali memiliki karakter pasar yang berbeda karena kuatnya pengaruh budaya dan desain lokal. Di sisi lain, masuknya investasi dan masyarakat dari berbagai latar belakang ke Bali membuat preferensi desain hunian semakin beragam.

“Kita lihat akulturasi budayanya juga luar biasa, antara Timur dan Barat. Kemudian ada sekarang yang banyak investasi di Bali, jadi ada orang-orang yang menginginkan desain yang berbeda-beda,” ujarnya.

Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi tantangan bagi pelaku industri residensial untuk menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar yang beragam. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN