
DENPASAR, BALIPOST.com – Penguatan budaya literasi harus terus didorong terlebih pada era digital saat ini. Salah satu upaya yang dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar yakni dengan layanan perpustakaan keliling (pusling) yang dijadwalkan 3 kali dalam seminggu.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar, Cokorda Gede Partha Sudarsana, Kamis (3/9), mengatakan, layanan pusling dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar dengan melibatkan sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).
“Layanan perpustakaan keliling dilaksanakan melalui mekanisme pengajuan permohonan dari pihak sekolah kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar. Secara terjadwal kunjungan ke sekolah yang telah ditentukan dengan tetap memprioritaskan waktu belajar siswa di sekolah,” ujar Cok Partha.
Layanan perpustakaan keliling dijadwalkan berlangsung setiap hari Selasa, Rabu, dan Kamis dengan menyesuaikan kalender pendidikan. Setiap kunjungan berlangsung selama dua jam, mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WITA.
Perpustakaan keliling dapat menghadirkan koleksi buku-buku edukatif yang disesuaikan dengan minat dan jenjang usia peserta didik, hingga buku buku terbaru. Kehadiran buku-buku tersebut menurutnya mampu memberikan pengalaman membaca yang menyenangkan sekaligus meningkatkan budaya literasi di lingkungan masyarakat dan sekolah, Tambahnya.
Salah satu jadwal pusling menyasar Parkir Utara Taman Kota Lumintang dan SDN 17 Dauh Puri kawasan Lumintang, Kamis (3/9). Kawasan publik ini selalu ramai dikunjungi masyarakat. Sehabis olah raga, masyarakat yang hendak membaca bisa mencoba koleksi pusling.
Penata Layanan Operasional Petugas Layanan Perpustakaan Kota Denpasar, Ria Praba mengatakan, layanan di Taman Kota Lumintang menggunakan kapasitas mobil yang jauh lebih besar dengan jumlah buku kategori buku anak dan umum sebanyak 1.198 eksemplar..Sedangkan yang ke sekolah menggunakan mobil lebih kecil dengan kategori buku yang dominan tentang petulangan, cerita anak, sejarah, dan lainnya sejumlah 852 eksemplar.
“Di ruang publik sendiri kebanyakan peminat pusling adalah ibu dan bapak-bapak, usai olah raga mereka mencari buku buku agama atau buku tentang kerajinan, pengobatan atau pengalaman hidup. Dengan durasi waktu jam 09.00 sampai 12.00 WITA,” ungkap Ria Praba.
Tak hanya membuka layanan di kawasan lapangan saja, namun juga menyasar di kawasan pantai seperti di kawasan Pantai Mertasari yang biasanya pada hari Jumat ramai dikunjungi.
Sementara, layanan di SDN 17 Dauh Puri pelaksanaan pusling sudah ditunggu oleh siswa di sekolah ini dimana pada hari tersebut dikhususkan siswa kelas 4 dan 5 dan kelas lainnya bergilir. Sebelum diizinkan mengambil buku di mobil perpustakaan, siswa mendapat arahan dimana membaca itu sangat penting untuk wawasan mereka. (Widiastuti/bisnisbali)










