Sejumlah kendaraan antri di Jalan Buluh Indah, Denpasar untuk mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Jumat (28/8). (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Antrean kendaraan terjadi di hampir seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di kawasan Kota Tabanan, Kamis (27/8). Antrean kendaraan juga dilaporkan terjadi di sejumlah SPBU di daerah lainnya di Bali.

Kondisi ini membuat masyarakat harus menghabiskan waktu lebih lama untuk mendapatkan BBM bersubsidi.

Terkait kondisi tersebut, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Energi Sumber Daya Mineral (Disnaker ESDM) Provinsi Bali, Ida Bagus Setiawan, menyampaikan bahwa pihaknya telah memperoleh informasi terbaru dari Hiswana Migas terkait kondisi distribusi BBM di Bali.

Baca juga:  5 Berita Koran Bali Post Terbit Hari Ini, Selasa 6 Januari 2026

Menurut Setiawan, salah satu faktor yang memengaruhi tersendatnya pasokan adalah keterlambatan kapal distribusi migas menuju Terminal Terpadu (TT) Manggis, Karangasem.

“Adanya keterlambatan kapal distribusi migas ke TT Manggis. Hari ini, Jumat tanggal 28 Agustus 2026 pukul 14.00 WITA diperkirakan sudah menyandar dan normalisasi di SPBU diharapkan hari Sabtu tanggal 29 Agustus 2026,” kata Setiawan, Jumat (28/8).

Dengan masuknya pasokan tersebut, distribusi BBM ke SPBU diharapkan kembali normal secara bertahap mulai Sabtu (29/8). Pemerintah Provinsi Bali terus memantau perkembangan distribusi untuk memastikan kebutuhan BBM masyarakat dapat terpenuhi.

Baca juga:  Perbaikan Tanpa Pemadaman, PLN Distribusi Bali Andalkan PDKB

Selain persoalan distribusi, Setiawan menyebut saat ini juga dilakukan penyempurnaan sistem barcode bagi pengguna BBM bersubsidi dan LPG 3 kilogram di Bali.

Penyempurnaan sistem tersebut menjadi bagian dari upaya penataan penyaluran energi bersubsidi agar distribusinya lebih tepat sasaran. “Penyempurnaan sistem barcode pada pengguna BBM bersubsidi dan LPG 3 Kg di Bali,” ujarnya.

Setiawan menegaskan, Pemprov Bali melalui Disnaker ESDM terus melakukan koordinasi intensif dengan PT Pertamina Patra Niaga dan Hiswana Migas Bali. Koordinasi dilakukan untuk mendorong kestabilan distribusi migas di seluruh wilayah Bali.

Baca juga:  Laga Sengit hingga Akhir Lawan Argentina, Spanyol Juara Piala Dunia 2026

“Pemprov Bali melalui Disnaker ESDM sedang berkoordinasi intens ke pihak PT Pertamina Patra Niaga dan Hiswana Migas Bali dan mendorong kestabilan distribusi migas ke seluruh Bali,” tegasnya.

Pihaknya berharap keterlambatan pasokan tersebut segera teratasi setelah kapal distribusi tiba di TT Manggis. Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembelian secara berlebihan agar distribusi BBM dapat berjalan normal dan kebutuhan masyarakat tetap terlayani. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN