Desa Adat Lebu di Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem tetap melestarikan tradisi yang dimiliki hingga saat ini, yakni menggelar upacara Dewa Yadnya Ngusaba Desa, Ngusaba Dalem dan Nyepi Adat. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dalam tradisi Bali, ala ayuning dewasa adalah penentuan hari yang dilihat cocok (ayu) atau kurang cocok (ala) untuk melakukan aktivitas tertentu. Perhitungannya menggunakan kombinasi sistem penanggalan tradisional seperti wuku, sasih, panglong, dan alahing dewasa (prioritas hari). Semakin rendah nilai alahing dewasa, semakin kuat atau lebih utama hari tersebut dipandang.

Berikut ala ayuning dewasa hari ini, 22 Agustus 2026, dikutip dari kalenderbali.org. Sebagai catatan, meski kalender memberikan panduan ini, untuk keperluan ritual adat atau keputusan penting seperti pernikahan, umumnya masih disarankan untuk berkonsultasi dengan pemangku adat setempat agar sesuai konteks spiritual dan lokal.

Baca juga:  Zodiak Paling Ambisius vs Paling Santai, Kamu Termasuk yang Mana?

Dewa Stata
Baik untuk melakukan Panca Yadnya, khususnya Dewa Yadnya.

Dewasa Tanian
Baik untuk mulai menanam, mulai suatu usaha pertanian.

Guntur Umah/Graha
Baik untuk membangun atau memindahkan rumah.

Kala Dangu
Tidak baik untuk memulai suatu pekerjaan, pindah tempat, bepergian.

Kala Gotongan
Baik untuk memulai suatu usaha. Tidak baik untuk mengubur atau membakar mayat.

Salah Wadi
Tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya (wiwaha, mapandes, potong rambut, dan lain-lain) serta Pitra Yadnya (penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti, dan lain-lain). (Sumarthana/balipost)

Baca juga:  Pada Tanggal Ini, Sepanjang Jalur Melasti Panca Wali Krama Besakih Diimbau Steril APK Pemilu 2019
BAGIKAN