Pemain Bali United Rahmat Arjuna berselebrasi setelah berhasil membuat gol indah ke gawah Sabah FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Kamis (13/8). (BP/Dok. ig.baliunitedfc)

GIANYAR, BALIPOST.com – Bali United harus mengakui keunggulan Sabah FC setelah kalah 1-2 dalam laga Dewata Challenge Series di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Kamis (13/8) malam. Kekalahan ini tidak lepas dari sejumlah kesalahan lini belakang Serdadu Tridatu yang berhasil dimanfaatkan tim asal Malaysia tersebut.

Sabah FC tampil agresif sejak lima menit awal dan terus memberikan tekanan ke pertahanan Bali United. Beberapa kesalahan dalam mengantisipasi bola membuat tim tamu leluasa menciptakan peluang.

Sabah FC akhirnya membuka keunggulan pada menit ke-18. Berawal dari kegagalan pemain Bali United membuang bola dengan sempurna, Park Jung Bin mendapatkan bola liar dan langsung melepaskan tembakan mendatar yang tak mampu dihentikan kiper Mike Hauptmeijer.

Baca juga:  Menteri Suharso Apresiasi Gubernur Koster Gagas Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun

Bali United tidak membutuhkan waktu lama untuk merespons. Lima menit berselang, tepatnya menit ke-23, Serdadu Tridatu berhasil menyamakan kedudukan.

Gol tersebut diawali penetrasi Queven Inacio dari lini tengah. Ia kemudian mengirimkan umpan matang ke dalam kotak penalti yang berhasil disambut Rahmat Arjuna. Tanpa membuang kesempatan, Rahmat menuntaskan peluang tersebut menjadi gol.

Kedudukan 1-1 membuat pertandingan semakin terbuka. Bali United mencoba membangun serangan melalui Jens Raven dan Teppei Yachida, tetapi Sabah FC tetap mampu memberikan ancaman.

Baca juga:  Tundukkan Bali United, Timnas Indonesia Mulai Tunjukkan Identitas Permainan

Menjelang turun minum, Sabah FC kembali mengambil kendali. Gonzalo Di Renzo mencatatkan namanya di papan skor setelah memaksimalkan umpan silang akurat dari Ingham. Sepakan terukur Di Renzo gagal diantisipasi Mike Hauptmeijer sehingga Sabah FC menutup babak pertama dengan keunggulan 2-1.

Memasuki babak kedua, Bali United meningkatkan intensitas serangan demi mengejar ketertinggalan. Salah satu peluang datang melalui Remco Balk, tetapi belum mampu mengubah keadaan.

Pelatih Bali United juga melakukan sejumlah pergantian pemain untuk meningkatkan daya gedor sekaligus menjaga energi tim. Namun, hingga pertandingan berakhir, berbagai upaya tersebut belum membuahkan gol tambahan.
Skor 2-1 untuk Sabah FC bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Baca juga:  Akan Dibuka untuk Wisman, Pelaku Usaha Optimis Pariwisata Pulih

Hasil tersebut menjadi modal penting bagi Sabah FC dalam persaingan merebut gelar Dewata Challenge Series. Dengan turnamen yang hanya diikuti tiga tim dan menggunakan format round robin single leg, setiap pertandingan memiliki nilai penting dalam menentukan juara.

Kekalahan ini sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi Bali United sebelum menghadapi persaingan kompetitif pada musim 2026/2027. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN