Jembatan Garuda Lokapaksa-Ringdikit Resmi Dibuka. (BP/Ist)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Akses warga Desa Lokapaksa dan Desa Ringdikit, Kecamatan Seririt, Buleleng, kini semakin mudah. Jembatan Garuda yang membentang sekitar 60 meter di wilayah Banjar Dinas Bukit Sakti, Desa Lokapaksa, resmi diresmikan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto, Kamis (13/8).

Jembatan yang membentang di atas sungai dengan panjang bentangan sekitar 50 meter tersebut menjadi akses penting bagi masyarakat kedua desa. Selain memudahkan mobilitas warga, keberadaan jembatan juga memberikan akses penyeberangan yang lebih aman bagi anak-anak sekolah, khususnya siswa SD Negeri 5 Ringdikit.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Pangdam IX/Udayana. Sebelumnya, Pangdam bersama jajaran mengikuti video conference (vicon) bersama Presiden RI Prabowo Subianto, Kasad, Kapolri dan jajaran dalam rangka peresmian sejumlah pembangunan infrastruktur serta program air bersih di berbagai wilayah Indonesia.

Baca juga:  Kresna Duta Durjana, Pementasan Wayang Kulit Badung Angkat Pesan Menghargai Atman

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam IX/Udayana mengatakan pembangunan jembatan merupakan bagian dari upaya membantu mengatasi kesulitan masyarakat, khususnya dalam hal akses dan mobilitas.

Pangdam juga mengingatkan masyarakat agar bersama-sama menjaga dan merawat jembatan tersebut. Apabila ditemukan kerusakan, masyarakat diminta segera melaporkannya agar dapat ditindaklanjuti dan diperbaiki.

“Jembatan ini agar dirawat secara bersama-sama. Jika ada kerusakan agar segera dilaporkan untuk segera diperbaiki,” ujarnya.

Baca juga:  BNNP Limpahkan Kasus 2 Kg Sabu dan Ratusan Butir Ineks

Selain persoalan infrastruktur, Pangdam mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kondusivitas wilayah. Kerja sama antara TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat dinilai penting dalam menjaga keamanan Kabupaten Buleleng maupun Bali secara umum.

Jembatan Garuda atau yang juga dikenal sebagai Jembatan Merah Putih/Jembatan Perintis tersebut dibangun oleh TNI Angkatan Darat melalui Kodam IX/Udayana.

Pembangunan jembatan ini menjadi bagian dari komitmen TNI AD dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan membuka kembali akses masyarakat di wilayah yang mengalami keterbatasan maupun terdampak bencana.

Baca juga:  Pelimpahan Tahap II Rampung, JDA Ditahan di Rutan Tabanan

Sebelum jembatan dibangun, masyarakat Lokapaksa dan Ringdikit memiliki keterbatasan akses penyeberangan. Kondisi tersebut menjadi persoalan tersendiri bagi warga yang harus beraktivitas di kedua wilayah.

Bagi para pelajar, keberadaan jembatan memiliki arti penting. Siswa-siswi SD Negeri 5 Ringdikit yang setiap hari melintasi kawasan tersebut kini memiliki jalur penghubung yang lebih aman dan mudah.

“Jembatan ini bukan hanya menjadi penghubung dua desa, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menunjang aktivitas masyarakat dan pendidikan anak-anak,” tandasnya. (Yudha/balipost)

BAGIKAN