Dua petani bercocok tanam. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dewasa ayu atau ala ayuning dewasa memiliki peran penting sebagai pedoman dalam menentukan waktu yang tepat untuk melakukan sebuah kegiatan dalam tradisi masyarakat Bali. Secara etimologis, ala berarti buruk atau kurang baik, sedangkan ayu berarti indah, baik, atau utama.

Dewasa bermakna hari, waktu, atau momentum. Maka ala ayuning dewasa dapat dipahami sebagai perhitungan waktu yang mempertimbangkan sisi baik (ayu) dan kurang baik (ala), sehingga dapat dipilih saat yang paling harmonis untuk suatu kegiatan.

Baca juga:  Baik untuk Upacara Dewa Yadnya, Berikut Ala Ayuning Dewasa 23 Februari 2026

Memilih waktu yang tepat untuk melakukan sebuah kegiatan ataupun upacara sama halnya dengan menjaga keseimbangan antara sekala dan niskala. Berikut ala ayuning dewasa hari ini, 5 Agustus 2026 dikutip dari kalenderbali.org.

Dadig Krana
Baik untuk menanam tebu, mentimun. Tidak baik untuk upacara atau yadnya, mengadakan pertemuan (rapat), bersenggama.

Kajeng Uwudan
Tidak baik untuk menanam dan memetik tanaman.

Kala Empas Munggah
Baik untuk membangun rumah. Tidak baik untuk memetik buah-buahan.

Baca juga:  Baik untuk Menggelar Pelantikan, Berikut Ala Ayuning Dewasa 16 Desember 2025

Kala Jangkut
Baik untuk membuat pencar, jaring, senjata.

Kala Luang
Baik untuk membuat terowongan, menanam ketela atau umbi-umbian.

Kala Sor
Tidak baik untuk bekerja hubungannya dengan dengan tanah seperti membajak, bercocok tanam, membuat terowongan.

Kala Suwung
Tidak baik untuk dewasa ayu, berkunjung.

Pepedan
Baik untuk membuka lahan pertanian baru. Tidak baik untuk membuat peralatan dari besi.

Sarik Agung
Tidak baik untuk segala pekerjaan.

Baca juga:  Tidak Baik untuk Menggelar Ngaben, Berikut Ala Ayuning Dewasa 13 Maret 2026

Sri Tumpuk
Baik untuk mencari burung (mapikat). (Sumarthana/balipost)

BAGIKAN