Ilustrasi: Representasi mata uang kripto termasuk Bitcoin, Dash, Ethereum, Ripple dan Litecoin terlihat dalam gambar ilustrasi yang diambil pada Rabu (2/6/2021). (BP/Ant)

JAKARTA, BALIPOST.com – Trading komoditas semakin diminati karena memberikan peluang untuk berinvestasi pada berbagai aset bernilai, seperti emas, perak, minyak, hingga komoditas pertanian. Kini, aktivitas tersebut dapat dilakukan melalui aplikasi crypto yang menawarkan kemudahan akses, fitur analisis, dan keamanan transaksi.

Namun, memilih aplikasi yang aman dan terpercaya menjadi langkah penting agar investasi berjalan lebih optimal. Salah satu aplikasi yang menyediakan layanan tersebut adalah Pintu. Aplikasi ini menyediakan trading crypto, emas crypto, saham tertokenisasi hingga perak tertokenisasi.

Sekarang ini, banyak investor memantau pergerakan komoditas bersamaan dengan harga Bitcoin. Oleh sebab itu, memahami aplikasi yang tepat menjadi salah satu langkah penting sebelum mulai berinvestasi di pasar komoditas.

Perkembangan teknologi finansial juga menghadirkan berbagai aplikasi investasi emas yang memungkinkan masyarakat memperoleh eksposur terhadap komoditas tanpa harus menyimpan aset fisik.

Apa Itu Trading Komoditas?

Trading komoditas adalah aktivitas membeli dan menjual aset komoditas dengan tujuan memperoleh keuntungan dari perubahan harga.

Berbeda dengan investasi jangka panjang yang berfokus pada pertumbuhan nilai aset, trading komoditas lebih menitikberatkan pada pemanfaatan fluktuasi harga dalam jangka pendek maupun menengah.

Komoditas yang diperdagangkan sangat beragam, mulai dari logam mulia seperti emas dan perak, energi seperti minyak mentah dan gas alam, hingga produk pertanian seperti kopi, gandum, dan jagung.

Seiring berkembangnya teknologi blockchain, investor juga dapat memperoleh eksposur terhadap komoditas melalui aset digital yang didukung oleh aset acuan di dunia nyata.

Mengapa Trading Komoditas Semakin Populer?

Trading komoditas semakin diminati karena mampu menjadi salah satu cara diversifikasi portofolio. Ketika pasar saham atau aset digital mengalami volatilitas tinggi, komoditas seperti emas sering menjadi aset pelindung nilai (safe haven).

Selain itu, akses terhadap pasar komoditas kini jauh lebih mudah karena berbagai aplikasi menyediakan transaksi secara online. Investor tidak lagi harus membeli komoditas dalam bentuk fisik karena tersedia instrumen digital yang mengikuti pergerakan harga aset acuan.

Baca juga:  Hanya 12 Persen Koperasi Gunakan Online

5 Aplikasi Trading Komoditas Aman dan Terpercaya

Banyak aplikasi trading yang bisa digunakan, namun untuk mencari yang terpercaya ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan. Berikut 5 aplikasi trading komoditas yang aman, diantaranya adalah:

1. MetaTrader 5 (MT5)

Platform trading yang paling banyak digunakan di dunia. Berbagai broker menyediakan akses ke komoditas seperti emas (XAUUSD), perak (XAGUSD), minyak mentah, hingga komoditas lainnya melalui platform ini

MT5 menawarkan grafik harga yang lengkap, puluhan indikator teknikal, berbagai jenis order, serta dukungan untuk Expert Advisor (EA) yang memungkinkan otomatisasi strategi trading.

Setelah membuka akun pada broker yang mendukung MT5, pengguna dapat memilih komoditas yang ingin diperdagangkan, melakukan analisis, kemudian membuka posisi beli atau jual sesuai strategi yang digunakan.

Platform ini cocok digunakan oleh trader pemula maupun profesional karena fiturnya sangat lengkap dan tersedia pada perangkat desktop maupun smartphone.

2. Pintu

Pintu adalah aplikasi yang menarik bagi investor yang ingin memperoleh eksposur terhadap komoditas berbasis blockchain. Berbeda dengan platform trading derivatif, Pintu menghadirkan komoditas dalam bentuk aset crypto sehingga pengguna dapat berinvestasi secara praktis menggunakan Rupiah.

Untuk komoditas emas, Pintu menyediakan emas crypto Tether Gold (XAUT dan PAX Gold (PAXG)  yang masing-masing didukung oleh emas fisik sehingga nilainya mengikuti harga emas dunia. Selain itu, Pintu juga menghadirkan ETF perak tertokenisasi (SLVON) yang memberikan eksposur terhadap pergerakan harga perak melalui teknologi tokenisasi.

Ada banyak benefit yang kamu dapatkan ketika melakukan investasi melalui Pintu, seperti spread lebih rendah saat trading emas crypto di Pintu. Selain itu, emas crypto bersifat fraksional, artinya kamu bisa membeli dengan modal yang kecil.

Baca juga:  Kebutuhan 11.553 Pengungsi Lewotobi Tercukupi

Pintu juga memberikan pelayanan non stop selama seminggu atau 24/7.  Bahkan kamu juga bisa melakukan transfer antar wallet, sehingga emas crypto bisa langsung transfer ke sesama pengguna Pintu atau wallet eksternal.

Keunggulan lainnya, kamu bisa membelinya dalam bentuk Rupiah langsung. Kamu bisa membeli PAXG atau XAUT dalam bentuk Rupiah. Dan yang paling penting, Pintu memiliki izin dan Diawasi OJK. Sehingga memiliki kepercayaan jutaan pengguna. Selain itu, membeli emas crypto sangat mudah dilakukan hanya dalam beberapa tahap saja.

Dengan akses ke lebih dari 400 aset digital, Pintu menjadi pilihan menarik bagi investor yang ingin melakukan diversifikasi dalam satu aplikasi.

3. TradingView

Platform yang dikenal luas karena kemampuan analisis grafiknya. Selain menyediakan data harga komoditas secara real-time, TradingView juga telah terintegrasi dengan sejumlah broker sehingga pengguna dapat melakukan analisis sekaligus mengeksekusi transaksi.

Platform ini menyediakan ratusan indikator teknikal, berbagai pilihan timeframe, serta komunitas trader yang aktif membagikan ide dan analisis pasar. Oleh karena itu, TradingView banyak digunakan sebagai pendamping dalam mengambil keputusan trading komoditas.

4. cTrader

Menawarkan pengalaman trading dengan tampilan modern dan kecepatan eksekusi yang tinggi. Platform ini mendukung perdagangan berbagai instrumen komoditas melalui broker yang bekerja sama.

Fitur seperti one-click trading, market depth, serta grafik interaktif menjadikan cTrader banyak dipilih oleh trader aktif, terutama mereka yang menerapkan strategi scalping maupun day trading. Antarmukanya yang intuitif juga memudahkan pengguna dalam memantau pergerakan harga komoditas secara real-time.

5. ThinkTrad

Aplikasi trading yang menawarkan kombinasi antara kemudahan penggunaan dan fitur analisis yang lengkap. Platform ini menyediakan indikator teknikal, kalender ekonomi, hingga alat manajemen risiko yang membantu trader mengambil keputusan dengan lebih baik.

Setelah membuka akun pada broker yang mendukung ThinkTrader, pengguna dapat memilih berbagai instrumen komoditas, melakukan analisis, kemudian membuka posisi sesuai strategi yang telah disusun. Platform ini cocok bagi trader yang menginginkan aplikasi ringan namun tetap kaya fitur.

Baca juga:  Perbankan Perketat Prudential Measures di Tengah Risiko Geopolitik Global

Tips Memilih Aplikasi Trading Komoditas

Sebelum memilih aplikasi, pastikan platform memiliki reputasi yang baik dan menyediakan sistem keamanan yang memadai. Selain itu, perhatikan kelengkapan fitur analisis, biaya transaksi, kemudahan penggunaan, serta instrumen komoditas yang tersedia.

Bagi investor yang ingin memiliki eksposur terhadap komoditas tanpa menggunakan leverage, platform yang menyediakan aset digital berbasis komoditas dapat menjadi alternatif yang menarik.

Sebaliknya, jika tujuan kamu adalah trading jangka pendek, pilih platform yang mendukung eksekusi transaksi cepat dan menyediakan berbagai alat analisis teknikal.

Kesimpulannya, trading komoditas kini semakin mudah dilakukan berkat hadirnya berbagai aplikasi yang menawarkan akses ke beragam instrumen investasi.

MetaTrader 5, Pintu, TradingView, cTrader, dan ThinkTrader merupakan beberapa pilihan yang dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan dan tujuan investasi.

Bagi investor yang ingin memperoleh eksposur terhadap komoditas melalui teknologi blockchain, Pintu menawarkan alternatif menarik melalui aset emas crypto XAUT dan PAXG, serta ETF perak tertokenisasi SLVON.

Sementara itu, bagi trader yang lebih fokus pada perdagangan derivatif komoditas, platform seperti MetaTrader 5, TradingView, cTrader, dan ThinkTrader menyediakan berbagai fitur analisis yang dapat membantu mengambil keputusan secara lebih optimal.

Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif.

Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor. (Adv/balipost)

BAGIKAN