Wamen Ekraf Irene Umar saat hadir dalam Prestasi Junior Indonesia Company of the Year Competition (PJI COY) 2026 di Senayan Park, Jakarta, Sabtu (1/8). (BP/Istimewa)

JAKARTA, BALIPOST.com – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Irene Umar, mengajak generasi muda untuk terus membangun jiwa kewirausahaan sejak dini sebagai bekal menghadapi masa depan.

Ia mengatakan Indonesia membutuhkan lebih banyak entrepreneur. Namun ia menyadari menjadi entrepreneur bukan hanya sekedar mendirikan perusahaan, melainkan memiliki jiwa wirausaha dan tujuan yang jelas.

Program seperti Student Company, dinilainya menjadi tempat belajar yang sangat baik bagi generasi muda untuk mencoba, berkolaborasi, menerima masukan, bahkan mengalami kegagalan saat masih muda.

“Justru dari proses itulah mereka belajar untuk bangkit kembali, terus memperbaiki diri, dan membangun karakter dan ketangguhan yang dibutuhkan untuk menjadi entrepreneur di masa depan,” ujar Irene Umar saat hadir dalam Prestasi Junior Indonesia Company of the Year Competition (PJI COY) 2026 di Senayan Park, Jakarta, Sabtu (1/8).

Irene mengungkapkan berdasarkan Statistik Ekonomi Kreatif 2025, sektor ini berkontribusi sebesar Rp1.757,87 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dengan pertumbuhan 6,86 persen. Jumlah ini melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen, serta menyerap 27,4 juta tenaga kerja.

Dikutip dari Kantor Berita Antara, Presiden Prabowo Subianto telah mengeluarkan Perpres No. 38/2026 terkait kewirausahaan. Juga, menetapkan Peta Jalan Kewirausahaan Nasional (PKN) hingga 2045 sebagai arah pengembangan kewirausahaan Indonesia.

Baca juga:  Wright Partners and Fairatmos to Create Innovative Businesses Tackling Climate Change

Peta jalan tersebut dibagi dalam empat tahap, yakni Penguatan Kewirausahaan pada 2025-2029, Akselerasi Kewirausahaan pada 2030-2034, Ekspansi Global Kewirausahaan pada 2035-2039, dan Kewirausahaan Indonesia Emas pada 2040-2045.

Setiap tahapan memiliki fokus yang berbeda, mulai dari penguatan regulasi dan ekosistem, mendorong wirausaha naik kelas, memperluas daya saing di pasar global, hingga menjadikan kewirausahaan sebagai motor transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045.

Melalui peta jalan tersebut, pemerintah menargetkan rasio kewirausahaan nasional meningkat secara bertahap dari 3,6 persen pada 2029 menjadi 8 persen pada 2045.

Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa kreativitas telah menjadi sumber daya saing baru Indonesia, sekaligus menegaskan pentingnya menyiapkan generasi muda yang mampu mengubah ide dan kreativitas menjadi inovasi serta peluang ekonomi yang berkelanjutan.

Sebanyak 1.173 siswa SMA dan SMK dari 45 sekolah di seluruh Indonesia menghasilkan lebih dari Rp483 juta pendapatan kolektif melalui program kewirausahaan Student Company. Inisiatif ini dijalankan oleh Prestasi Junior Indonesia (PJI), Zurich Indonesia, Z Zurich Foundation, Starbucks Indonesia, dan The Starbucks Foundation.

Baca juga:  BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Dampak Jaminan Sosial

Melalui program tersebut, para siswa mendirikan 45 perusahaan siswa (student companies) sekaligus memperoleh pengalaman langsung dalam membangun dan mengelola bisnis. Para peserta mengidentifikasi kebutuhan pasar, mengembangkan produk dan merek, merancang strategi pemasaran, mengelola keuangan, serta membawa ide bisnis mereka kepada pelanggan dan investor.

Ketua Pengurus Prestasi Junior Indonesia, Pribadi Setiyanto, mengatakan pengembangan ekonomi kreatif harus dimulai dari investasi pada manusianya. “Indonesia tidak kekurangan generasi muda kreatif. Tantangan kita adalah menghadirkan lebih banyak generasi yang mampu mengubah kreativitas menjadi inovasi, inovasi menjadi produk, dan produk menjadi nilai tambah bagi masyarakat,” ujarnya

Sebanyak sembilan perusahaan siswa finalis PJI Company of the Year 2026 menghadirkan solusi yang memanfaatkan material lokal, prinsip ekonomi sirkular, dan inovasi berbasis desain.

Pelepah pisang diolah menjadi bioleather, serat daun nanas menjadi perlengkapan rumah tangga, sementara tempurung kelapa, plastik daur ulang, dan material alami dikembangkan menjadi berbagai produk fungsional yang memiliki nilai tambah sekaligus menjawab kebutuhan pasar.

Sembilan perusahaan siswa mempresentasikan perjalanan bisnis mereka melalui pameran produk, presentasi perusahaan, dan wawancara bersama dewan juri yang berasal dari kalangan pengusaha, pemimpin perusahaan, dan profesional lintas industri. Penilaian mencakup inovasi produk, model bisnis, keberlanjutan, kepemimpinan, kinerja perusahaan, serta proses pembelajaran yang diperoleh selama membangun usaha.

Baca juga:  Experience Senggigi, the Oldest and Most Famous Tourism Destination in Lombok

Dua perusahaan siswa terbaik akan mewakili Indonesia pada JA Asia Pacific Company of the Year Competition 2027 yang diselenggarakan di Bali pada Maret 2027.

Sebagai mitra strategis dalam pengembangan kewirausahaan generasi muda, Country Manager Zurich Indonesia dan Presiden Direktur Zurich Asuransi Indonesia, Edhi Tjahja Negara, mengatakan membangun wirausaha kreatif yang tangguh membutuhkan pengalaman nyata serta akses terhadap pengetahuan praktis dari dunia industri. “Melalui pendekatan skill-based volunteering, siswa memperoleh perspektif nyata mengenai bagaimana sebuah bisnis dibangun, dikembangkan, dan bertahan di tengah perubahan,” paparnya.

Senada dengan hal tersebut, Senior General Manager Corporate Communications PT Sari Coffee Indonesia (Starbucks Indonesia), Avolina Raharjanti, mengatakan kreativitas akan memberikan dampak ketika mampu menjawab kebutuhan pelanggan dan masyarakat. “Ketika kreativitas dipadukan dengan empati, pengalaman, dan keberanian untuk mencoba, mereka akan mampu membangun produk yang relevan, memberikan nilai bagi masyarakat, sekaligus memiliki daya saing di pasar,” ujar Avolina. (kmb/balipost)

BAGIKAN