Pemain Timnas Indonesia Mitchell Lee Baker berselebrasi usai membobol gawang Timnas Kamboja saat pertandingan Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (27/7). (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Timnas Indonesia akan menjalani tantangan baru saat menghadapi Timor Leste pada lanjutan Grup A ASEAN Hyundai Cup (Piala AFF) 2026 di Stadion Chonburi, Thailand, Jumat (31/7) pukul 17.00 WIB. Bukan cuma memburu tiga poin, laga ini menjadi ujian pertama pelatih John Herdman membawa Garuda tampil di luar kandang sejak dipercaya menukangi tim nasional.

Dilansir dari Kantor Berita Antara, sejak memulai era kepelatihannya, Herdman telah memimpin Indonesia dalam lima pertandingan dan semuanya berlangsung di hadapan publik sendiri. Hasilnya pun impresif. Garuda mengoleksi empat kemenangan dan hanya sekali kalah, yakni melalui adu penalti saat menghadapi Bulgaria.

Produktivitas lini serang juga menjadi modal berharga. Indonesia mampu mencetak 13 gol atau rata-rata 3,25 gol per pertandingan, sekaligus membukukan tiga clean sheet. Satu-satunya gol yang bersarang ke gawang Garuda terjadi saat menang telak 5-1 atas Kamboja pada laga pembuka Grup A.

Baca juga:  WNA Diserang Pakai Sajam, Pelaku Gunakan Sebo dan Jaket Ojol

Menghadapi Timor Leste, Indonesia kembali diunggulkan. Selain memiliki kualitas skuad yang lebih baik, Garuda juga unggul jauh dalam peringkat FIFA. Indonesia kini menempati posisi ke-118 dunia, sedangkan Timor Leste masih berada di peringkat 201.

Dominasi Indonesia juga tercermin dari rekor pertemuan kedua tim. Dalam enam laga sejak 2010, Garuda selalu menang dengan torehan 21 gol dan hanya kebobolan dua kali. Pertemuan terakhir pada Januari 2022 pun berakhir dengan kemenangan 3-0 untuk Indonesia melalui gol Terens Puhiri, Ramai Rumakiek, dan Ricky Kambuaya.

Di ajang Piala AFF sendiri, kedua tim baru sekali bertemu, tepatnya pada edisi 2018. Saat itu Indonesia sempat tertinggal lebih dulu sebelum bangkit dan menang 3-1.

Meski statistik sepenuhnya berpihak kepada Indonesia, Herdman memilih tidak terlena. Pelatih asal Inggris itu menilai Timor Leste menunjukkan perkembangan signifikan, terutama setelah penampilan mereka saat kalah 0-2 dari Singapura.

Baca juga:  Komenkominfo Putus Akses 174 Akun dan Konten di Internet

Menurutnya, tim asuhan Jose Pedro Alves Salazar kini lebih memahami ritme permainan dan semakin disiplin dalam menjalankan taktik dibanding ketika dihajar Vietnam 0-7.

“Timor Leste adalah tim yang bermain tanpa beban. Mereka bisa menjadi lawan yang berbahaya jika kami lengah,” menjadi pesan utama Herdman kepada anak asuhnya menjelang pertandingan.

Selain memburu kemenangan, Indonesia juga mengincar selisih gol yang berpotensi menjadi penentu klasemen akhir Grup A. Tambahan gol sebanyak mungkin dapat menjadi keuntungan jika poin Garuda nantinya sama dengan pesaing seperti Vietnam atau Singapura dalam perebutan tiket semifinal.

Namun, Herdman menegaskan fokus utama bukanlah pesta gol, melainkan meningkatkan kualitas permainan dibanding laga sebelumnya. Ia juga meminta lini pertahanan tampil lebih disiplin agar tidak kembali melakukan kesalahan yang berujung kebobolan.

Baca juga:  Kalah di Porprov, Adi Budiasta Masuk Timnas SEA Games

Laga melawan Timor Leste juga diperkirakan menjadi momentum rotasi pemain. Jadwal padat membuat Herdman harus menjaga kebugaran skuad sebelum menghadapi dua pertandingan yang lebih berat melawan Vietnam dan Singapura.

Kehadiran Jordi Amat dalam konferensi pers pra-pertandingan memunculkan spekulasi bahwa bek senior itu berpeluang tampil sejak menit awal setelah absen pada laga melawan Kamboja.

Meski demikian, Herdman tetap merahasiakan rencananya. “Saya harus membuat kalian menebak-nebak. Penting untuk membuat para penggemar tetap bersemangat dan membiarkan mereka memprediksi susunan pemain,” ujar pelatih berusia 51 tahun itu.

Siapa pun yang dipercaya tampil, target Indonesia tetap sama: membawa pulang tiga poin. Kemenangan akan membuka jalan Garuda menuju semifinal untuk kali ke-11 sekaligus menjaga asa mengakhiri penantian panjang meraih gelar juara Piala AFF pertama dalam sejarah. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN