Karyawan memperlihatkan uang dolar Amerika Serikat (AS) di Kantor Cabang Bank Syariah Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Senin sore (13/7), melemah 44 poin atau 0,24 persen menjadi Rp18.109 per dolar AS dari sebelumnya Rp18.065 per dolar AS.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi, dilansir dari Kantor Berita Antara, menyatakan pelemahan rupiah dipengaruhi AS dan Iran saling melancarkan serangan rudal dan drone.

“Teheran menargetkan fasilitas AS di negara-negara di seluruh Teluk pada hari Minggu (12/7) dan mengatakan bahwa mereka telah kembali menutup Selat Hormuz,” ucapnya.

Baca juga:  Pandemi COVID-19, Sampoerna Tegaskan Tak Ada PHK

Konflik yang kembali terjadi ini menimbulkan keraguan lebih lanjut tentang masa depan perjanjian sementara AS-Iran yang ditandatangani bulan lalu yang bertujuan untuk membuka kembali Selat Hormuz tersebut dan mengakhiri perang setelah 60 hari negosiasi lebih lanjut.

Selat Hormuz yang kembali ditutup menghidupkan kembali kekhawatiran akan guncangan inflasi lainnya, memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve mungkin harus mempertahankan suku bunga tinggi untuk waktu yang lebih lama.

Baca juga:  Tambahan Kasus COVID-19 Nasional Menurun, Tapi Masih di Atas 8.000

“Risalah dari pertemuan Fed bulan Juni yang dirilis pekan lalu telah menunjukkan beberapa pembuat kebijakan percaya ada alasan untuk menaikkan suku bunga, sementara para pejabat secara umum menyatakan kekhawatiran yang lebih besar atas tekanan inflasi bahkan ketika kekhawatiran tentang pasar tenaga kerja mereda,” ungkap Ibrahim.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah di level Rp18.131 per dolar AS dari sebelumnya Rp18.069 per dolar AS. (kmb/balipost)

Baca juga:  2030, Ekonomi Digital Indonesia Diproyeksi Tumbuh 18 Persen dari PDB
BAGIKAN