Parade budaya ditampilkan saat pembukaan Penglipuran Village Festival (PVF) yang ke-13, Kamis (9/7). (BP/Ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Desa Adat Penglipuran kembali menggelar Penglipuran Village Festival (PVF) yang ke-13. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, festival tahun ini diselenggarakan di areal Tugu Pahlawan desa setempat.

Pembukaan festival yang berlangsung Kamis (9/7) diisi dengan parade budaya. Festival tersebut juga menampilkan produk-produk UMKM lokal.

Kelian Adat Penglipuran, I Wayan Budiarta menyampaikan, PVF ke 13 tahun ini mengusung tema “Harmoni Bumi Penglipuran”. Pemilihan tema ini sejalan dengan komitmen desa adat dalam mempertahankan predikat Penglipuran sebagai salah satu desa terbersih di dunia melalui pelestarian adat, budaya dan lingkungannya.

Baca juga:  Dari Belasan Pasien COVID-19 Baru Dilaporkan Denpasar hingga Tambahan Pasien COVID-19 Nasional Hampir Capai 4.000 Orang

PVF ke 13, lanjut Budiarta terselenggara berkat kolaborasi yang melibatkan pemerintah, swasta, hingga akademisi. Sejumlah sponsor dari Kementerian, BUMN, hingga sektor perbankan turut mendukung jalannya acara.

“Selaku owner, Desa Adat Penglipuran menjadi sponsor utama dan bertanggung jawab penuh atas terselenggaranya festival ini. Kami memiliki tanggung jawab moral untuk menjalankan festival ini sebagai bentuk eksistensi kami di dunia pariwisata bahwa Penglipuran tidak pernah putus dalam berkreativitas,” ujar Budiarta.

Dijelaskan bahwa berdasarkan evaluasi berkala terkait tempat yang representatif, pihak panitia memilih area Tugu Pahlawan sebagai lokasi utama, setelah sebelumnya sempat diadakan di jalur utama desa dan kawasan hutan bambu.

Baca juga:  Disbud Gelar Festival Film Dokumenter

“Tahun ini kami coba selenggarakan di Tugu Pahlawan. Ini merupakan kawasan yang monumental dan heroik karena salah satu pahlawan kita Anak Agung Anom Mudita, gugur di sini. Inilah tempat monumental yang dibuat masyarakat Penglipuran untuk menghormati jasa beliau dalam mempertahankan kemerdekaan RI. Kami menggelar festival di lokasi ini sekaligus untuk mengingat kembali jasa-jasa beliau,” jelasnya.

Selain lokasi pembukaan, Budiarta mengatakan, yang berbeda dalam PVF tahun ini terletak pada konten acara yang seluruhnya dirancang oleh generasi muda Penglipuran. Mulai dari kepanitiaan, konseptor, hingga pelaksana di lapangan digerakkan oleh anak-anak muda setempat. Mereka menciptakan konten yang kekinian (up to date) tanpa meninggalkan nilai dan karakter pariwisata Penglipuran.

Baca juga:  Turunnya Serapan Tenaga Kerja Masalah Utama di Bali-Nusra

“Keterlibatan anak muda ini merupakan kebanggaan sekaligus harapan kami agar mereka dapat melanjutkan kegiatan kepariwisataan ini ke depan,” imbuhnya.

Pelaksanaan festival ini diproyeksikan dapat mendongkrak angka kunjungan wisatawan ke Penglipuran. Budiarta memperkirakan angka kunjungan selama pelaksanaan festival mencapai 4.000 hingga 5.000 orang per hari. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN