Jajaran pengurus PSTI Badung bersama ofisial dan pelatih berfoto di sela Liga Sepak Takraw Indonesia (LSI) Wilayah II di GOR Pancasila, Surabaya, Jawa Timur, pada 1-4 Juli 2026. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com  Prestasi membanggakan kembali ditorehkan olahraga Bali. Tim putri Pengurus Kabupaten Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Badung sukses mengukir sejarah dengan memastikan tiket ke Liga 1 Sepak Takraw Indonesia, kasta tertinggi kompetisi sepak takraw nasional.

Keberhasilan itu diraih setelah tim yang mewakili Provinsi Bali tampil impresif pada babak penyisihan Liga Sepak Takraw Indonesia (LSI) Wilayah 2 yang berlangsung di GOR Pancasila, Surabaya, Jawa Timur, pada 1–4 Juli 2026.

Perjalanan tim putri Bali menuju Liga 1 tidak diraih dengan mudah. Mereka membuka turnamen dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas Nusa Tenggara Timur (NTT), kemudian harus mengakui keunggulan Jawa Tengah dengan skor 0-2.

Namun semangat juang para atlet binaan PSTI Badung tidak surut. Pada pertandingan penentuan, mereka bangkit dengan penampilan luar biasa dan berhasil menaklukkan Jawa Barat 2-0. Kemenangan tersebut memastikan Bali menjadi salah satu tim yang berhak tampil di Liga 1 Sepak Takraw Indonesia.

Baca juga:  Dari Pemedek IBTK Besakih Membeludak hingga Mobil Terbakar

Ketua Umum PSTI Badung, I Ketut Martha, mengaku bangga atas pencapaian bersejarah tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras seluruh atlet, pelatih, serta dukungan berbagai pihak.

“Pada Porprov Bali kemarin kami berhasil menjadi juara umum. Karena itu tim putri dipercaya mewakili Bali di Liga Sepak Takraw Indonesia Wilayah 2. Syukur, perjuangan mereka membuahkan hasil dengan lolos ke Liga 1,” ujar Ketut Martha.

Ia menegaskan, pencapaian ini tidak lepas dari dukungan penuh KONI Badung, Pemerintah Kabupaten Badung, jajaran pengurus, pelatih, hingga para orang tua atlet yang terus memberikan motivasi selama proses persiapan hingga pertandingan.

Baca juga:  Langgar Aturan, Satpol PP Badung Pastikan Turunkan Baliho Bacaleg

“Perhatian dan dukungan yang diberikan sangat luar biasa. Hal itu membuat para atlet tampil lebih percaya diri dan mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya di lapangan,” katanya.

Tak ingin hanya menjadi peserta, PSTI Badung kini mulai menyusun program pembinaan lanjutan untuk menghadapi persaingan di Liga 1. Pengalaman bertanding di level nasional dinilai menjadi modal berharga dalam meningkatkan kualitas teknik, mental bertanding, serta daya saing atlet.

“Kompetisi ini memberi pengalaman yang sangat penting bagi atlet. Kami akan terus meningkatkan kemampuan teknik, mental, disiplin, dan karakter mereka karena tantangan di Liga 1 tentu akan jauh lebih berat,” jelasnya.

Lebih jauh, Ketut Martha menegaskan target tim tidak sekadar tampil di kasta tertinggi. PSTI Badung ingin menjadikan Liga 1 sebagai panggung untuk meraih prestasi sekaligus bagian dari persiapan mempertahankan dominasi pada Porprov Bali 2027.

Baca juga:  Beraksi di Kampung Turis, Pelaku Penjambretan Diburu hingga ke Bangli dan Karangasem

“Target kami jelas, bukan hanya lolos atau berpartisipasi, tetapi berprestasi. Kalau ada kesempatan, kami ingin menjadi juara. Liga 1 juga menjadi bagian dari persiapan menuju Porprov 2027. Badung datang bukan sekadar bertanding, tetapi untuk menang,” tegasnya.

Keberhasilan menembus Liga 1 menjadi tonggak baru bagi sepak takraw Badung. Prestasi ini sekaligus membuktikan bahwa pembinaan atlet yang berkesinambungan mampu melahirkan tim yang siap bersaing di level nasional dan membawa nama Bali semakin diperhitungkan di pentas sepak takraw Indonesia. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN