sosialisasi dan latihan bersama cabang olahraga Pengkab Savate Tabanan di GOR Debes Tabanan, Selasa (30/6). (BP/suk)

SINGASANA, BALIPOST.com – Cabang olahraga bela diri Savate terus memperluas pembinaan di Kabupaten Tabanan. Melalui kegiatan latihan bersama dan sosialisasi yang digelar di GOR Debes Tabanan, Selasa (30/6), Savate Tabanan memperkenalkan olahraga asal Prancis tersebut kepada pelajar tingkat SD, SMP, hingga SMA sebagai langkah awal menjaring bibit atlet muda.

Hadir mewakili KONI Bali, Wakil Ketua Umum I KONI Bali Maryoto Subekti, Sekretaris Umum KONI Bali I Ketut Jagra Sunu, Kabid Binpres KONI Bali Agung Bagus Tri Candra Arka (Gung Cok), dan Sekretaris Umum Savate Provinsi Bali, Deva Putra. Sementara dari Tabanan hadir Ketua KONI Tabanan I Made Nurbawa serta Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Tabanan.

Sekretaris Umum KONI Bali, I Ketut Jagra Sunu, menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan Savate di Bali yang dinilai sangat pesat meski secara administratif masih menunggu pengesahan sebagai anggota KONI Bali.

Baca juga:  Kurang Sosialisasi, Asuransi Nelayan Tak Terserap Maksimal

“Meskipun secara resmi Savate belum disahkan sebagai anggota KONI Bali, secara prinsip kami sudah menyetujuinya. Tinggal nanti diumumkan pada Rakerprov KONI Bali. Harapan kami, tahun ini Savate resmi menjadi anggota KONI Bali dan tahun depan dapat dipertandingkan sebagai cabang ekshibisi pada Porprov Bali 2027,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa perkembangan Savate di Bali sangat menggembirakan. Menurutnya, para atlet telah mengikuti kejuaraan nasional sejak 2025. Bali bahkan dipercaya menjadi tuan rumah Kejurnas Savate pada November mendatang.

Sementara itu, Sekretaris Umum Savate Provinsi Bali, Deva Putra, mengatakan organisasi Savate kini telah terbentuk di seluruh kabupaten/kota di Bali dan aktif menggelar berbagai kegiatan pembinaan.

“Di Bali, kepengurusan Savate sudah terbentuk di sembilan kabupaten/kota dan semuanya aktif mengadakan kejuaraan maupun sosialisasi. Dalam pertandingan Savate terdapat tiga nomor yang dipertandingkan, yaitu body contact, point fighting, dan seni tongkat,” jelasnya.

Baca juga:  Prancis Perpanjang Status Darurat Pandemi Covid-19

Ia menambahkan, Savate dapat diikuti oleh peserta mulai usia tujuh tahun hingga dewasa dengan pembagian kategori berdasarkan kelompok umur dan berat badan.

Ketua Pengkab Savate Tabanan, Romanica Anggela Intanisari, mengatakan pihaknya akan bergerak aktif memperkenalkan Savate kepada masyarakat melalui berbagai program pembinaan dan kegiatan sosial.

“Langkah awal kami adalah memperkenalkan Savate melalui latihan bersama dengan atlet-atlet binaan yang sudah ada, mulai dari tingkat SD hingga remaja dan dewasa,” kata Anggela.

Selain menggelar latihan bersama, Savate Tabanan juga akan melakukan sosialisasi langsung ke berbagai kecamatan di Kabupaten Tabanan.

“Kami akan turun langsung ke lapangan untuk memperkenalkan Savate ke beberapa kecamatan. Selain itu, kami juga akan mengadakan kegiatan CSR seperti bersih-bersih pantai maupun area umum, serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana sosialisasi,” tambahnya.

Baca juga:  Hadapi "Tsunami" COVID-19, Pelanggar Masker di Paris Didenda Jutaan Rupiah

Saat ini, Savate Tabanan telah memiliki sekitar tujuh atlet senior dan lima atlet binaan usia 8–12 tahun. Pengurus pun membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin bergabung dan menekuni olahraga bela diri tersebut.

Senada dengan itu, Sekretaris Umum Savate Tabanan, I Nyoman Duantara, menilai pembinaan atlet harus diimbangi dengan tata kelola organisasi yang baik agar prestasi dapat berkembang secara berkelanjutan.

“Prestasi tanpa manajemen tidak akan memiliki arti bagi sebuah daerah maupun organisasi. Karena itu kami terus melakukan sosialisasi, merangkul atlet-atlet potensial, dan membuka jalan agar mereka bisa berkembang hingga meraih prestasi yang lebih tinggi,” tegasnya. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN