SMK Giri Pendawa Rendang kembali menyelenggarakan kegiatan Pasraman Kilat Widya Giri. (BP/istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – SMK Giri Pendawa yang berlokasi di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, kembali menyelenggarakan Pasraman Kilat Widya Giri Tahun 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Membentuk Generasi Hindu Berkarakter, Berbudaya, dan Berlandaskan Dharma” dilaksanakan dalam upaya untuk memperkuat karakter pendidikan agama, adat, seni, dan budaya Hindu di kalangan peserta didik.

Ketua panitia pelaksana, I Wayan Budi Antara, mengungkapkan, pasraman merupakan sarana pembinaan karakter generasi muda Hindu agar tetap berpegang teguh pada nilai-nilai dharma di tengah derasnya pengaruh globalisasi dan modernisasi.

“Kegiatan berlangsung selama dua hari, yakni pada 23–24 Juni 2026. Kegiatan diikuti oleh seluruh siswa kelas XI, sementara siswa kelas XII tidak terlibat karena sedang melaksanakan praktik kerja lapangan (PKL),” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMK Giri Pendawa, I Komang Sumarta menekankan pentingnya pelaksanaan pasraman sebagai wadah pembelajaran agama, adat, seni, dan budaya Bali. Ia mengatakan, Bali hidup dari tambang pariwisata yang bernapaskan agama Hindu, adat, dan budaya. Inilah energi magnet yang menarik wisatawan datang ke Bali. Namun, saat ini minat generasi muda terhadap budaya dan agamanya mulai mengalami degradasi karena lebih tertarik pada budaya modern dan mulai melupakan jati dirinya.

Baca juga:  Disdik Gianyar Gelar Pembelajaran Mandiri dan Tatap Muka di Bulan Ramadan

“Kondisi ini tidak lepas dari rendahnya partisipasi sebagian generasi muda dalam kegiatan keagamaan. Sebagai contoh, pada perayaan hari Saraswati, sangat sedikit siswa yang membawa canang maupun banten ke sekolah. Demikian pula saat hari raya Galungan, hanya sebagian kecil siswa yang hadir untuk sembahyang bersama di padmasana sekolah,” katanya.

Koordinator pasraman sekaligus Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, I Wayan Suiji menjelaskan bahwa pasraman Kilat Widya Giri merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap masa liburan sekolah. Tahun ini materi yang diberikan lebih menitikberatkan pada aspek yang langsung bersentuhan dengan kehidupan siswa sehari-hari.

Baca juga:  Larangan Mudik Tak Berlaku Menyeluruh, Ini Kriterianya

“Materi yang diberikan adalah persembahyangan, pendidikan karakter dan budi pekerti, tri kerangka dasar agama Hindu, Tri Hita Karana, etika dan tanggung jawab generasi muda dalam pelestarian desa adat melalui ketaatan terhadap awig-awig, dan tata kehidupan masyarakat adat. Selain itu, peserta juga mendapatkan berbagai materi praktik seperti makidung, wirama, nyurat aksara Bali, mejejaitan, serta yoga,” jelasnya.

Suiji mengatakan, pihaknya sangat berharap seluruh materi yang diperoleh selama pasraman dapat diimplementasikan oleh siswa di lingkungan masing-masing, baik melalui keterlibatan dalam kegiatan ngayah di pura maupun partisipasi aktif di banjar dan masyarakat adat.

Baca juga:  Defisit APBD, Proyek Gedung Arsip Dibatalkan

“Kegiatan ini bagian dari komitmen sekolah dalam membentuk generasi Hindu yang berkarakter, berbudaya, serta memiliki pemahaman yang kuat terhadap nilai-nilai agama dan kearifan lokal Bali di tengah tantangan perkembangan zaman,” tegas Suiji.

Di bagian lain, Bendesa Alitan Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Rendang, Jro Komang Warsa mengatakan, kegiatan seperti pasraman sangat penting dalam membentuk karakter generasi muda Bali. “Kegiatan seperti ini dapat mensosialisasikan kepada generasi muda agar tidak tercabut dari jati dirinya sebagai orang Bali. Jika tidak diberikan pencerahan dan pemahaman yang baik, dikhawatirkan mereka akan semakin jauh dari nilai-nilai leluhurnya,” tegasnya. (Eka Parananda/balipost)

 

BAGIKAN