Grafik ilustrasi pertandingan penyisihan Grup A Piala Dunia 2026 antara Meksiko melawan Korea Selatan yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Akron, Guadalajara, Meksiko, Kamis (18/6/2026) atau Jumat pagi WIB. (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Kedua tim yang akan bertanding Jumat (19/6) pukul 08.00 WIB di Estadio Guadalajara, Meksiko, ini sama-sama telah mendapatkan tiga poin setelah memenangkan laga pertama Grup A.

Meksiko menaklukkan Afrika Selatan 2-0, sedangkan Korea Selatan mengalahkan Republik Ceko 2-1.

Dilansir dari Kantor Berita Antara, jika salah satu dari mereka memenangkan laga kedua Grup A nanti dan saat bersamaan Ceko dan Afrika Selatan seri, maka Meksiko atau Korea Selatan akan menjadi tim pertama yang lolos ke fase gugur Piala Dunia 2026.

Tuan rumah Meksiko yang perkasa saat melawan Afrika Selatan akan mendapatkan energi tambahan dari pendukung sendiri sehingga laga ini terasa lebih berat untuk Korea Selatan.

Namun begitu, Meksiko pernah kalah di Stadion Guadalajara ketika menyerah 1-2 kepada Ekuador dalam laga persahabatan pada September 2010, sehingga penonton tak lagi menjadi faktor yang terlalu mengganggu Laskar Taegeuk.

Tapi tim asuhan Hong Myung-Bo tetap harus bisa mementahkan “kutukan Meksiko” dalam putaran final Piala Dunia, karena dalam dua pertemuan mereka pada putaran final Piala Dunia terdahulu, Son Heung-min cs selalu menjadi pihak yang kalah.

Baca juga:  AS Mulai Berlakukan Tarif 25 Persen untuk 3 Negara

Laskar Taegeuk menyerah 1-3 pada Piala Dunia 1998 di Prancis, dan kemudian 1-2 di Rusia pada edisi 2018.

Korea Selatan hanya bisa memenangkan empat dari 14 pertemuan dengan Meksiko sebelum ini, sedangkan El Tari menang delapan kali, termasuk dalam dua pertandingan putaran final Piala Dunia.

Korea Selatan juga selalu kalah dalam tiga pertemuan terakhir dengan tim-tim Concacaf yang umumnya memiliki cara bermain yang sama dengan El Tri.

Sebaliknya, tim asuhan Javier Aguirre memenangkan semua dari lima pertemuan mereka dengan tim-tim Asia, yang empat di antaranya mereka jebol dengan dua gol atau lebih.

Catatan ini bisa memusingkan Korea Selatan. Tetapi percayalah Laskar Taegeuk tak akan terlalu peduli pada statistik-statistik semacam itu.

Mereka lebih percaya pada situasi terkini, dan apa yang mereka punya saat ini. Dalam keadaan apa pun mereka akan bertarung ngotot seperti biasa, sesuai dengan filosofi sepak bola modern mereka yang menekankan kecepatan, keberanian, dan hasrat untuk selalu mendominasi lapangan.

Masalahnya, Laskar Taegeuk sekarang menghadapi lawan yang lebih kuat dari pada Republik Ceko yang mereka gebuk 2-1 setelah tertinggal 0-1.

Baca juga:  Amankan KTT G20 di Bali, Indonesia Terima Bantuan Robot dari China

 

Permainan Meksiko juga menekankan kecepatan seperti dirangkul Korea Selatan. El Tari menganut kutub permainan sepak bola yang menitikberatkan penguasaan bola, kreativitas teknikal, dan transisi dari bertahan ke menyerang yang cepat yang sering membuat lawan terlambat bereaksi.

Meksiko juga bermain dalam gaya yang mirip dengan gaya bermain Korea Selatan, yakni mengandalkan umpan-umpan pendek, tetapi sangat fisikal seperti Korea Selatan.

Mereka mengandalkan lebar lapangan untuk menusuk dan memperdaya lawan, sama dengan Korea Selatan.

Buktinya bisa dilihat dari salah satu dari masing-masing dua gol yang mereka buat dalam pertandingan pertamanya di Grup A akhir pekan lalu. Tusukan itu terutama berasal dari sayap serangan sebelah kanan.

Serangan Meksiko, ketika itu, berasal dari pemain sayap Roberto Alvaredo yang merancang gol untuk Raul Jimenez. Sedangkan serangan  Korea Selatan berasal dari manuver Lee Kang In yang mengumpan Hwang In-beom untuk mencetak gol krusial penyama kedudukan yang menaikkan moral skuad Korea Selatan untuk balik menaklukkan Ceko.

Baca juga:  Gempa Besar Guncang Meksiko

Untuk itu, kawasan sayap akan menjadi area spesial bagi kedua tim ketika mereka berhadapan Jumat pagi di Guadalajara.

Guna menjalani laga ini, baik Hong Myung-bo maupun Javier Aguirre cenderung mempertahankan skuad yang memenangkan pertandingan pertama mereka, dan memasang pola bermain yang sama dengan sebelumnya.

Dengan demikian, Meksiko akan kembali mengerahkan tiga pemain depan dan seorang gelandang bertahan sebagai jangkar di lapangan tengah dalam formasi 4-1-2-3. Sedangkan Korea akan kembali memasang tiga bek tengah dan tiga pemain depan dalam formasi 4-3-3.

Javier Aguirre juga mungkin memasang starter  yang sama saat timnya menaklukkan sembilan pemain Afrika Selatan dalam pertandingan perdana Grup A.

Satu-satunya yang dia permak adalah lini belakang, karena bek tengah Cesar Montes tak bisa diturunkan setelah dihukum kartu merah saat menang melawan Afrika Selatan.

Gelandang bertahan nan serba guna sekaligus kapten utama Meksiko, Edson Alvarez, akan masuk mengisi ruang yang biasa ditempati Montes. Dia akan bermitra dengan Johan Vasquez di jantung pertahanan El Tari. (Suka Adnyana/balipost)

 

BAGIKAN