Para pemain Timnas Swiss merayakan keberhasilan Ruben Vargas mencetak gol ke gawang Timnas Kosovo pada pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa di Stadion Pristina City, Pristina, Selasa (18/11) waktu setempat. (BP/Dok. FIFA.com)

JAKARTA, BALIPOST.com – Sejauh ini hanya Arab Saudi yang menjadi tim Asia yang langsung menggebrak dalam debut Piala Dunia ketika memenangkan dua pertandingan fase grup untuk lolos ke babak 16 Besar Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat.

Pencapaian itu berbeda jauh dari Qatar yang, dibandingkan dengan negara-negara Asia lain yang pertama kali lolos ke putaran final Piala Dunia, debutnya dalam Piala Dunia adalah yang paling tidak menarik.

Mereka kalah dalam ketiga pertandingan fase grup Piala Dunia 2022 setelah kebobolan tujuh gol dan hanya membuat satu gol.

Untuk itu, pertandingan kedua Grup B di Santa Clara, California, Amerika Serikat bisa dibilang sebagai upaya Qatar menjawab keraguan atas kepantasan mereka lolos ke putaran final.

Upaya menjawab keraguan itu sendiri tampaknya tak akan cepat-cepat terjawab, mengingat Qatar langsung dihadapkan dengan favorit juara Grup B, Swiss.

Baca juga:  Indonesia Gagal Melaju ke Piala Dunia 2026, Ini Kata Ketua PSSI

Dilansir dari Kantor Berita Antara, Swiss adalah tim langganan Piala Dunia dan Piala Dunia 2026 adalah putaran final Piala Dunia yang ke-13 untuk The Nati.

Grafik Swiss juga terus meningkat, sampai-sampai pada tiga Piala Dunia terakhir yang mereka ikuti, baru bisa terhenti pada babak 16 besar.

Pencapaian tertinggi Swiss adalah perempat final, yang sudah mereka lakukan tiga kali pada 1934, 1938 dan 1954.

The Nati akan masuk gelanggang dengan kepercayaan tinggi, bukan saja karena mereka juara Grup B Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa tanpa sekalipun kalah, tapi juga menggenggam catatan lebih bagus dalam enam laga terakhir.

Mereka menang besar 4-1 melawan Swedia dalam kualifikasi Piala Dunia 2026 dan Yordania dalam laga persahabatan dengan skor identik.

Baca juga:  Tanggulangi Bencana, BPBD Bali Jalin Kerja Sama dengan Swiss

Kemudian, seri melawan Kosovo dalam kualifikasi Piala Dunia 2026 dan Norwegia serta Australia dalam laga persahabatan. Tapi kalah tipis 3-4 dari Jerman pada laga persahabatan.

Sebaliknya, Qatar tak pernah menang dalam enam laga terakhir, baik dalam Piala Arab maupun laga persahabatan, setelah dikalahkan oleh Zimbabwe, Palestina, Tunisia, dan Irlandia dalam enam laga terakhirnya, dan hanya bisa seri melawan Suriah dan El Salvador.

Dari sini Swiss terlihat bakal menjadi pemilik laga kedua Grup B Piala Dunia 2026, apalagi tim asuhan Murat Yakin hanya sekali kalah dalam 14 pertandingan terakhir, yakni melawan Jerman dalam laga persahabatan.

Swiss akan masuk gelanggang dengan keyakinan tinggi bisa menaklukkan tim yang dianggap paling lemah di Grup B.

Baca juga:  Industri Bunga Potong Terbesar di China, Koperasi Desa di Kunming Kelola Investasi 100 Juta Yuan

Tekanan menang semakin tinggi karena Granit Xhaka cs tak ingin mempersulit diri ketika menjalani dua laga berikutnya melawan Bosnia Herzegovina dan Kanada, yang berbagi poin setelah seri 1-1 dalam laga pertama Grup B beberapa saat lalu.

Meskipun demikian, walau di atas kertas berada satu level di atas Qatar, tak ada alasan bagi Swiss untuk meremehkan tim yang diarsiteki Julen Lopetegui itu.

Murat Yakin jangan melupakan memori 14 November 2018 di Cornaredo di Lugano, Swiss, ketika Qatar secara mengejutkan membungkam mereka 1-0 pada laga persahabatan akibat gol Akram Afif.

Itulah satu-satunya pertemuan kedua tim sebelum bertemu di San Francisco Bay Area Stadium atau Levi’s Stadium, Santa Clara, pada Minggu dini hari (14/6) pukul 02.00 WIB. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN