
DENPASAR, BALIPOST.com – Pencarian terhadap pelajar SMP berinisial AA (13) dan NAS (8), korban tenggelam di Pantai Kuta, Minggu (7/6), saat ini masih berlangsung. Para korban belum ditemukan, diduga tersangkut di batu karang sehingga jasadnya belum muncul di permukaan laut.
Kasatpolairud Polresta Denpasar Kompol Wiastu Andrie Prajitno, Rabu (10/6) mengatakan, pihaknya bersama Basarnas Denpasar dan Balawista masih terus melakukan pencarian. Pencarian dilakukan dengan cara menyisir pinggir pantai seputaran TKP menggunakan speedboat, drone dan menggandeng para nelayan.
“Hari ini memasuki hari keempat pencarian dan belum ada tanda-tanda keberadaan kedua korban. Pencarian akan terus dilakukan sampai batas waktu ditentukan Basarnas,” tegasnya.
Menurut Kompol Andrie, pihaknya bersama stakeholder terkait sudah melakukan antisipasi agar peristiwa seperti ini tidak terjadi. Selain memasang rambu-rambu larangan berenang di lokasi bahaya, petugas juga gencar melakukan imbauan. Namun masih saja ada masyarakat yang tidak mengindahkannya.
Terkait posisi kedua korban saat ini, mantan Wakapolsek Denpasar Selatan ini mengatakan belum berani memastikan. Apalagi cuaca akhir-akhir ini cukup ekstrem dengan angin kencang.
“Kami melakukan koordinasi intensif dengan Basarnas, mudah-mudahan kedua korban cepat ditemukan,” ucapnya.
Kompol Andrie kembali mengimbau dan mengingatkan pengunjung pantai agar mematuhi rambu-rambu yang sudah terpasang.
“Kalau ada rambu larangan berenang jangan melanggar karena berbahaya. Kami berharap pengunjung pantai mengutamakan keselamatan. Kalau melihat atau perlu pertolongan segera lapor ke petugas terdekat atau hubungi call center Polri 110 agar bisa ditangani,” ucapnya.
Seperti diberitakan, pelajar SMP berinisial AA (13) dan NAS (8) terseret arus lalu tenggelam di Pantai Kuta, tepatnya depan Smelter Patung Baruna, Minggu (7/6). Mereka terseret arus saat bermain bola dan hingga saat ini belum ditemukan.
Tim Basarnas dan Satpolairud Polresta Denpasar masih melakukan pencarian.
Awalnya kedua korban main bola di seputaran TKP. Saat mengambil bola yang terlempar ke tepian, MH mengajak AA dan NAS untuk ikut kepinggir. Namun saat itu AA tidak mau dan meminta NAS untuk menemaninya berada didalam air laut. Pukul 17.30 WITA, tiba-tiba datang ombak besar dan menghantam kedua korban yang masih di laut. (Kerta Negara/balipost)










