
GIANYAR, BALIPOST.com – Kontingen karate Kabupaten Gianyar tampil impresif pada Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) Bali 2026. Para karateka asal “Bumi Seni” sukses memenuhi target tiga medali emas sekaligus membawa pulang total 14 medali dari ajang yang berlangsung di GOR Lila Bhuana, Denpasar, pada 6-7 Juni 2026.
Tak hanya meraih tiga medali emas, tim karate Gianyar juga mengoleksi enam medali perak dan lima medali perunggu. Raihan tersebut menjadi bukti keberhasilan program pembinaan yang dijalankan Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Kabupaten Gianyar.
Dalam Porjar Bali tahun ini, Forki Gianyar menurunkan 20 atlet terbaik untuk memperkuat kontingen daerah. Hasilnya, target yang telah dipasang sejak awal kompetisi berhasil diwujudkan meski persaingan berlangsung ketat dan merata di seluruh kabupaten/kota di Bali.
Ketua Umum FORKI Gianyar, I Made Rai Warsa, mengaku bangga atas perjuangan para atlet yang mampu mengharumkan nama Gianyar di tingkat provinsi.
“Persaingan sangat ketat karena kekuatan atlet dari masing-masing daerah cukup berimbang. Namun berkat kerja keras atlet, pelatih, official, dan dukungan orang tua, target tiga medali emas akhirnya bisa tercapai,” ujarnya.
Menurut Rai Warsa, capaian tahun ini menunjukkan perkembangan positif, terutama pada raihan medali perak yang meningkat signifikan dibanding Porjar tahun sebelumnya.
Forki Gianyar juga menjadikan Porjar sebagai bagian dari pembinaan jangka panjang menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali. Atlet-atlet yang saat ini tampil di Porjar diproyeksikan menjadi tulang punggung Gianyar pada ajang yang lebih tinggi di masa mendatang.
“Melalui Porjar, atlet mendapatkan pengalaman bertanding dan pembentukan mental. Ini menjadi modal penting ketika mereka nantinya tampil di Porprov,” jelasnya.
Sementara itu, Koordinator Cabang Olahraga Karate Gianyar, I Kadek Suryantara Yasa, mengungkapkan para atlet telah menjalani pemusatan latihan selama hampir dua bulan sebelum Porjar digelar. Training Centre (TC) dipusatkan di Dojo PDHC, Kedewatan, Ubud, dengan melibatkan sembilan pelatih yang terdiri dari tiga pelatih kata dan enam pelatih kumite.
Ia menilai peningkatan jumlah medali perak menjadi indikator kemajuan prestasi atlet Gianyar. Jika pada Porjar sebelumnya karate Gianyar hanya meraih dua perak, tahun ini jumlahnya meningkat menjadi enam medali perak.
Meski demikian, evaluasi tetap dilakukan terutama terhadap atlet yang gagal meraih emas pada partai final. Dari sembilan final yang diikuti, beberapa atlet dinilai masih terkendala faktor mental dan pengalaman bertanding.
“Kami melihat sebagian atlet yang tampil di final masih kurang percaya diri dan minim jam terbang. Ini akan menjadi fokus pembinaan ke depan agar mereka lebih siap menghadapi pertandingan penting,” ujarnya.
Tiga medali emas Gianyar dipersembahkan oleh Pande Gede Govinda Wiswa Dharma pada nomor Kata Perorangan SD Putra, Ni Kadek Wanda Sagita Yuri di Kumite -59 Kg SMA Putri, serta Sang Ayu Ninda Oktaviana Dewi pada Kumite +66 Kg SMA Putri.
Dengan torehan 14 medali dan tercapainya target emas, karate Gianyar kembali menegaskan diri sebagai salah satu kekuatan utama cabang olahraga karate di Bali sekaligus membuka optimisme menghadapi Porjar Bali 2027 dan Porprov mendatang. (Suka Adnyana/balipost)










