Sejumlah Bhikkhu melakukan puja bakti Waisak saat menyambut detik-detik Waisak di Candi Sewu, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, Minggu (31/5/2026). Setelah melaksanakan meditasi detik-detik Waisak pada pukul 15.45.08 WIB, Bhikkhu dan umat Buddha melakukan Pradaksina Waisak 2570 BE dengan mengelilingi candi tersebut dengan membawa pesan tema "Menebar Cinta, Menumbuhkan Perdamaian Dunia". (BP/Antara)

MAGELANG, BALIPOST.com – Ribuan umat Buddha dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara memperingati detik-detik Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 di pelataran Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Bhiksu Sangha Mahayana Tanah Suci Indonesia, Dwi Virya di Magelang, Minggu (31/5), menyampaikan peringatan detik-detik Waisak merupakan bentuk penghormatan terhadap tiga peristiwa agung dalam kehidupan Buddha Gautama yang menjadi dasar perayaan Tri Suci Waisak.

Yakni kelahiran Pangeran Siddhartha Gautama, pencapaian penerangan sempurna serta wafatnya Sang Buddha Gautama yang dikenal sebagai Parinibbana.

Baca juga:  Laporan Korban Tewas Bertambah, PMI Catat 20 Orang Tewas

Dikutip dari Kantor Berita Antara, momentum puncak perayaan Waisak tahun ini berlangsung tepat pada pukul 15.44.44 WIB dan diikuti dengan khidmat oleh para bhikkhu, tokoh agama, serta umat Buddha yang memadati kawasan candi.

Ia menyampaikan, peringatan Waisak bukan hanya menjadi seremoni keagamaan, tetapi juga momentum bagi umat untuk memperkuat pengendalian diri, menumbuhkan kebajikan, serta menghadirkan kedamaian dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menuturkan, pada perayaan Waisak 2570 BE, tema yang diangkat adalah “Dharma sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan”. Tema tersebut mengajak umat menjadikan dharma sebagai pedoman dalam membangun karakter yang luhur, bijaksana, toleran, dan bertanggung jawab di tengah kehidupan bermasyarakat.

Baca juga:  Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Sebanyak 22 Kali

Menurutnya, nilai-nilai dharma yang diajarkan Sang Buddha relevan untuk menjawab berbagai tantangan kehidupan modern, sekaligus menjadi landasan dalam membangun harmoni dan persaudaraan antarumat manusia.

Melalui peringatan Tri Suci Waisak 2570 BE, katanya, umat Buddha diharapkan semakin menghayati nilai Dharma dan cinta kasih universal sehingga mampu menghadirkan kedamaian, kebijaksanaan, serta keharmonisan bagi seluruh makhluk dan kehidupan dunia.

Ia menuturkan, perayaan Waisak di Candi Borobudur menjadi salah satu agenda keagamaan Buddha terbesar di Indonesia yang setiap tahunnya menarik kehadiran umat dari berbagai negara untuk bersama-sama merayakan hari suci tersebut. (kmb/balipost)

Baca juga:  Monalisa Ada di Blitar
BAGIKAN