Suasana FKP UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Kerthi Bali Sadhajiwa Provinsi Bali, Selasa (26/5). (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Penguatan mutu pelayanan laboratorium kesehatan masyarakat menjadi fokus utama dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) Tahun 2026 yang digelar UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Kerthi Bali Sadhajiwa Provinsi Bali, Selasa (26/5).

Forum ini menjadi ruang dialog antara penyelenggara layanan laboratorium dengan berbagai stakeholder, mulai dari instansi pemerintah, rumah sakit, puskesmas, laboratorium kesehatan, pelaku usaha, hingga mitra kerja di seluruh Bali.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapat pemaparan mengenai berbagai layanan laboratorium kesehatan masyarakat, khususnya laboratorium lingkungan. Layanan itu mencakup pengujian kualitas air, limbah, higiene sanitasi, mikrobiologi, hingga layanan sampling lapangan yang mendukung pengawasan kesehatan lingkungan di Bali.

Baca juga:  Di Bali, Sejumlah Dokter Meninggal COVID-19 dan Seratusan Tertular

Selain membahas pelayanan yang telah berjalan, forum juga menyoroti pentingnya penguatan sistem jaminan mutu laboratorium melalui akreditasi nasional dan uji profisiensi internasional. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan hasil pemeriksaan laboratorium semakin akurat, terpercaya, dan sesuai standar regulasi terbaru.

Kepala UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Kerthi Bali Sadhajiwa Provinsi Bali, Ni Made Rindra Hermawathi, mengatakan pelayanan laboratorium kesehatan masyarakat memiliki peran strategis dalam mendukung keselamatan masyarakat dan kualitas kesehatan lingkungan.

Baca juga:  Diduga Ngambek, Pelajar Nekat Tenggak Pemutih Pakaian

Menurutnya, Forum Konsultasi Publik menjadi sarana untuk menyerap masukan sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan pelayanan laboratorium ke depan.

“Melalui forum ini kami ingin membangun pelayanan yang transparan, responsif, dan sesuai kebutuhan masyarakat. Komitmen peningkatan mutu pelayanan akan terus dilakukan melalui inovasi dan pengembangan layanan,” ujarnya.

Diskusi interaktif dalam forum turut membahas sejumlah rencana pengembangan layanan baru, di antaranya pengujian endotoksin air, pemeriksaan alergi, layanan pemantapan mutu eksternal (PME), pengembangan kalibrasi alat kesehatan, hingga perluasan ruang lingkup akreditasi laboratorium.

Baca juga:  Kodam Udayana Garap Proyek Dukung Petani

Melalui FKP 2026 ini, UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Kerthi Bali Sadhajiwa berharap tercipta komunikasi yang lebih kuat antara penyedia layanan dengan masyarakat dan stakeholder, sehingga pelayanan laboratorium kesehatan masyarakat di Bali semakin profesional dan adaptif terhadap perkembangan kebutuhan masyarakat. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN