Penggemar merayakan kemenangan Arsenal di luar Stadion Emirates saat Arsenal memenangkan Liga Inggris di London, Inggris, Rabu (20/5). (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Penantian panjang akhirnya berakhir. Arsenal resmi menjuarai Liga Inggris musim 2025/2026 setelah rival terdekat mereka, Manchester City, gagal meraih kemenangan usai ditahan imbang 1-1 oleh AFC Bournemouth di Stadion Vitality, Rabu (20/5) dini hari WIB.

Hasil dramatis itu memastikan Arsenal tak lagi bisa dikejar City di puncak klasemen. The Gunners kini unggul empat poin dengan hanya satu pertandingan tersisa, sekaligus mengakhiri dahaga gelar liga yang sudah berlangsung selama 22 tahun sejak terakhir menjadi kampiun pada 2004.

Keberhasilan ini menjadi momen bersejarah bagi Arsenal. Selain mengakhiri penantian panjang para pendukungnya, trofi musim ini juga menjadi gelar Liga Inggris ke-14 sepanjang sejarah klub dan yang keempat sejak era Premier League dimulai.

Baca juga:  Ditahan Chelsea, Arsenal Gagal Manfaatkan Keunggulan Jumlah Pemain

Ironisnya, kepastian juara Arsenal hadir tanpa harus bermain. Seluruh publik London Utara justru bersorak ketika peluit panjang di Vitality Stadium berbunyi, menandai kegagalan Manchester City mempertahankan dominasi mereka.

City sebenarnya tampil menekan sejak awal pertandingan. Anak asuh Pep Guardiola mencoba menguasai permainan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Sepakan Jeremy Doku sempat mengancam gawang Bournemouth, namun mampu digagalkan penjaga gawang Djordje Petrovic, dilansir dari Kantor Berita Antara.

Tak lama kemudian, Antoine Semenyo sempat membobol gawang Bournemouth, tetapi gol dianulir wasit karena posisi offside. Tekanan City terus berlanjut lewat peluang Abdukodir Khusanov, namun penyelesaian akhirnya belum mampu menemui sasaran.

Baca juga:  Arsenal Sapu Bersih 6 Laga, Kokoh di Puncak Klasemen Liga Champions

Meski terus ditekan, Bournemouth justru sukses mengejutkan tim tamu pada menit ke-38. Penyerang muda Eli Junior Kroupi mencetak gol pembuka yang membuat publik tuan rumah bergemuruh sekaligus memberi harapan besar bagi Arsenal untuk segera berpesta.

Memasuki babak kedua, Manchester City semakin agresif memburu gol penyama kedudukan. Nico O’Reilly hampir mencetak gol, tetapi Petrovic kembali tampil gemilang di bawah mistar Bournemouth.

Di sisi lain, Bournemouth beberapa kali nyaris menggandakan keunggulan. David Brooks memperoleh peluang emas, namun tendangannya mampu diamankan Gianluigi Donnarumma. Brooks kembali membuat City ketar-ketir ketika sepakannya membentur tiang gawang.

Baca juga:  Liga Inggris Pekan ke-37: Arsenal dan Manchester City Masih Bersaing Rebut Puncak

Saat kekalahan mulai terlihat di depan mata, City akhirnya menyamakan skor pada menit 90+5 melalui mesin gol mereka, Erling Haaland. Namun gol telat itu tidak cukup menyelamatkan ambisi City mempertahankan gelar.

Hasil imbang membuat Manchester City tertahan di posisi kedua dengan 78 poin dari 37 pertandingan, tertinggal empat angka dari Arsenal. Sementara Bournemouth tetap menjaga peluang tampil di Liga Champions setelah berada di peringkat keenam dengan 58 poin.

Bagi Arsenal, musim ini menjadi bukti kebangkitan besar setelah bertahun-tahun berada di bawah bayang-bayang rival-rivalnya. Generasi baru The Gunners akhirnya mampu mengembalikan kejayaan klub dan menorehkan sejarah baru di sepak bola Inggris. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN