Tri Arya Dhyana Kubontubuh. (BP/win)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali terus mendorong penguatan UMKM berbasis ekonomi hijau. Hal tersebut ditegaskan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Bali, Tri Arya Dhyana Kubontubuh saat membuka Kickoff Program Inkubasi Hijau bertema “Hilirisasi Inovasi dan Jejaring Usaha Berkelanjutan” di UPTD PLUT KUMKM Provinsi Bali, Kamis (7/5).

Tri Arya mengatakan pelaku UMKM memiliki peran besar terhadap perekonomian Bali. Bahkan kontribusinya disebut mencapai sekitar 97 persen terhadap pergerakan ekonomi daerah. Karena itu, sektor UMKM dan koperasi menjadi salah satu prioritas pembangunan Pemerintah Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Bali.

Baca juga:  Sidak RSU Negara, Bupati Minta Disiplin Layani Pasien

Menurutnya, pengembangan usaha saat ini tidak cukup hanya mengejar keuntungan ekonomi, namun juga harus memperhatikan kelestarian lingkungan. Ia menilai keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan menjadi tantangan penting yang harus dijawab bersama.

“Kalau lingkungan terjaga, otomatis tempat usaha dan iklim bisnis juga akan semakin baik. Jadi pelaku UMKM tidak hanya mencari keuntungan, tetapi juga ikut menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Ia menjelaskan konsep UMKM hijau mendorong pelaku usaha menggunakan bahan produksi yang ramah lingkungan, meminimalkan polusi, hingga memastikan limbah produksi dapat dikelola dengan baik. Program tersebut juga diharapkan mampu menciptakan inovasi baru berbasis pengelolaan sampah.

Baca juga:  Tingkatkan Kunjungan Wisatawan, DTW Waterfall Diminta Benahi Promosi Digital

Menurut Tri Arya, persoalan sampah yang saat ini menjadi perhatian di Bali sebenarnya dapat diubah menjadi peluang ekonomi apabila diolah dengan inovasi dan kreativitas. Sampah dinilai bisa menjadi produk bernilai ekonomi tinggi jika dikelola dengan tepat.

“Bagi yang punya inovasi dan jiwa bisnis, sampah itu bukan masalah, tetapi peluang ekonomi yang sangat besar,” katanya.

Ia mencontohkan sejumlah komunitas dan pelaku usaha yang telah berhasil mengolah limbah plastik menjadi produk bernilai jual. Karena itu, pihaknya berharap para peserta inkubasi mampu menghadirkan usaha yang tidak hanya menguntungkan, tetapi juga mendukung pelestarian lingkungan.

Ia menyebut terdapat tiga persoalan klasik UMKM yang ingin diminimalkan melalui program tersebut, yakni permodalan, peningkatan kapasitas SDM, dan akses pemasaran.

Baca juga:  Gede Dana Minta Rekanan Utamakan Kualitas Pembangunan Proyek Stadion

“Lewat program inkubasi hijau ini, kami mencoba membantu UMKM dari sisi pembiayaan, peningkatan kemampuan usaha, sampai mempertemukan dengan buyer,” jelasnya.

Selain inkubasi hijau, Dinas Koperasi dan UKM Bali juga tengah mendorong pengembangan ekonomi hijau melalui berbagai kolaborasi dengan pihak swasta, termasuk pelatihan pemanfaatan energi surya bagi koperasi desa serta program Transformasi Usaha Menuju Bisnis Unggul dan Hijau (TUMBUH).

Ia menegaskan tema besar pengembangan UMKM Bali tahun ini diarahkan pada pengelolaan lingkungan dan pengurangan sampah berbasis inovasi masyarakat. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN