
GIANYAR, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gianyar secara resmi memulai tahapan penataan lahan untuk pembangunan GOR di Desa Bakbakan. Langkah awal pembangunan sarana publik ini ditandai dengan pelaksanaan upacara adat mecaru manca warna yang berlangsung di lokasi pembangunan GOR, di Desa Bakbakan Senin (4/5).
Ritual ini bertujuan untuk memohon keselamatan, keharmonisan, serta keseimbangan antara manusia dengan lingkungan (palemahan) sebelum proses konstruksi fisik dimulai. Prosesi ritual dipuput oleh Ida Pedanda Kemenuh dari Griya Bakbakan dan dihadiri oleh jajaran pejabat daerah serta tokoh masyarakat.
Asisten I Setda Kabupaten Gianyar, I Ketut Mudana mengatakan, pembangunan GOR ini merupakan komitmen pemerintah dalam menyediakan fasilitas olahraga yang representatif bagi masyarakat. Melalui upacara ini, diharapkan seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan lancar tanpa hambatan teknis maupun non-teknis.
”Sinergi antara pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat sangat penting. Kita awali dengan niat baik dan cara yang selaras dengan adat budaya kita agar memberikan manfaat luas bagi sosial kemasyarakatan ke depannya,” ujarnya.
Kegiatan ini juga mendapat pengamanan ketat dan pendampingan dari aparat kewilayahan. Babinsa Desa Bakbakan Koramil 1616-01/Gianyar, Sertu Wayan Suardika, bersama Bhabinkamtibmas Aiptu Wayan Suadnyana hadir untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan tertib. Kehadiran TNI-Polri di tengah masyarakat ini menegaskan dukungan penuh terhadap program pembangunan daerah yang berbasis nilai-nilai kearifan lokal.
Dengan selesainya upacara mecaru manca warna ini, penataan lahan akan segera dilanjutkan ke tahap teknis berikutnya. GOR Desa Bakbakan diproyeksikan menjadi pusat kegiatan olahraga dan ruang pertemuan bagi warga, yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup dan prestasi pemuda di wilayah Gianyar. (Wirnaya/balipost)










