Warga menggelar ngaben massal di Gianyar beberapa waktu lalu. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dalam tradisi Bali, ala ayuning dewasa adalah penentuan hari yang dilihat cocok (ayu) atau kurang cocok (ala) untuk melakukan aktivitas tertentu. Perhitungannya menggunakan kombinasi sistem penanggalan tradisional seperti wuku, sasih, panglong, dan alahing dewasa (prioritas hari). Semakin rendah nilai alahing dewasa, semakin kuat atau lebih utama hari tersebut dipandang.

Berikut ala ayuning dewasa hari ini, 2 Mei 2026, dikutip dari kalenderbali.org. Sebagai catatan, meski kalender memberikan panduan ini, untuk keperluan ritual adat atau keputusan penting seperti pernikahan, umumnya masih disarankan untuk berkonsultasi dengan pemangku adat setempat agar sesuai konteks spiritual dan lokal.

Baca juga:  Pelaku Industri Pariwisata Bali Minta Dilibatkan "Open Border," Wagub Bali Angkat Bicara

Amerta Papageran
Tidak baik untuk melakukan dewasa ayu karena mengandung pengaruh sakit-sakitan.

Babi Turun
Baik untuk memasang sesirep.

Banyu Urug
Baik untuk membuat bendungan. Tidak baik untuk membuat sumur.

Gagak Anungsang Pati
Tidak baik melakukan upacara membakar mayat, atiwa-tiwa

Kala Bangkung, Kala Nanggung
Tidak baik untuk mulai memelihara ternak.

Kala Buingrau
Baik untuk menebang kayu, membuat bubu, memuja pitra. Tidak baik untuk membangun, mengatapi rumah.

Baca juga:  Presiden akan Kunker ke Bali, Cek Kesiapan Venue KTT G20

Kala Ingsor
Mengandung sifat/tanda-tanda mengecewakan

Kala Rau
Baik untuk meramu obat-obatan, sadek, membuat senjata, upas (penjaga). Tidak baik untuk membangun rumah, mengatapi rumah akibatnya akan terbakar, batasi berbicara yang dapat menimbulkan kekeliruan, mengawinkan orang.

Kala Upa
Baik untuk memulai mengambil/memelihara ternak (wewalungan).

Lebur Awu
Tidak baik melakukan upacara wiwaha/pernikahan, pertemuan, membangun rumah, mengatapi rumah. Baik untuk membangun irigasi.

Semut Sedulur
Baik untuk gotong royong, kerja bakti, memulai kampanye, membentuk perkumpulan. Tidak baik mengubur atau membakar mayat. (Sumarthana/balipost)

Baca juga:  Ini, Penyebab Suhu Dingin dan Hujan Lebat di Periode Juni-September
BAGIKAN