Kegiatan pelayanan kesehatan hewan yang digelar UPTD Puskeswan III Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, Minggu (19/4) di Br.Gelumpang Desa Sukawati Kecamatan Sukawati.(BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-255 Kota Gianyar sekaligus World Veterinary Day tahun 2026 disambut antusiasme luar biasa oleh para pencinta hewan. Dalam kegiatan pelayanan kesehatan hewan yang digelar UPTD Puskeswan III Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, Minggu (19/4) di Br.Gelumpang Desa Sukawati Kecamatan Sukawati, tercatat sebanyak 110 ekor anjing dan kucing lokal berhasil disterilisasi dan 350 ekor lainnya mendapatkan vaksinasi rabies.

Tingginya kesadaran masyarakat Gianyar dalam menjaga kesehatan hewan peliharaan membuat kuota yang disediakan panitia ludes dalam waktu singkat. Kegiatan yang dipusatkan di wilayah kerja UPTD Puskeswan III ini bahkan harus merampungkan pelayanannya lebih awal dari jadwal semula karena membludaknya jumlah peserta.

Baca juga:  Pemilu 2024, Hindari Narasi Politik Praktis

Kepala UPTD Puskeswan III Gianyar, drh. I Nyoman Arya Dharma, seizin Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, Ir. Anak Agung Putri Ari, menyatakan bahwa tingginya partisipasi ini mencerminkan perubahan pola pikir masyarakat yang semakin bertanggung jawab terhadap hewan peliharaannya.

“Animo masyarakat sangat tinggi, kuota sterilisasi terpenuhi sepenuhnya. Ini menunjukkan kesadaran warga meningkat, tidak hanya soal pengendalian populasi melalui sterilisasi, tetapi juga pentingnya pencegahan rabies secara kolektif,” ujar drh. Arya Dharma.

Baca juga:  Sosialisasi Tahapan Pilkada, KPU Ajak Kader Partai Tak Money Politik Serta Minimalkan Baliho

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sterilisasi dan vaksinasi massal merupakan kombinasi kunci dalam menjaga stabilitas kesehatan lingkungan. Sterilisasi berperan penting dalam menekan angka overpopulation, sementara vaksinasi menjadi garda terdepan dalam melindungi warga dari ancaman penyakit zoonosis, terutama rabies yang menjadi perhatian serius di Bali.

Kesuksesan acara ini tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor. Selain tim medis dari Dinas Pertanian Gianyar, kegiatan ini juga melibatkan peran aktif dari Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Konservasi DWS Bali, Elmo Vet, Mahasiswa Koas FKH Universitas Udayana.

Baca juga:  Ongkos Jahit Seragam Rp330.000 Per Siswa, Kelebihan Wajib Dikembalikan

Melalui sinergitas ini, Pemerintah Kabupaten Gianyar berharap program kesehatan hewan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Selain untuk menekan populasi hewan liar, upaya ini bertujuan menciptakan ruang hidup yang sehat, aman, dan seimbang bagi masyarakat Gianyar serta hewan pendamping mereka. (Wirnaya/balipost)

BAGIKAN