Pedagang ogoh-ogoh mini di Bangli. (BP/Ina)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dewasa ayu atau ala ayuning dewasa memiliki peran penting sebagai pedoman dalam menentukan waktu yang tepat untuk melakukan sebuah kegiatan dalam tradisi masyarakat Bali. Secara etimologis, ala berarti buruk atau kurang baik, sedangkan ayu berarti indah, baik, atau utama.

Dewasa bermakna hari, waktu, atau momentum. Maka ala ayuning dewasa dapat dipahami sebagai perhitungan waktu yang mempertimbangkan sisi baik (ayu) dan kurang baik (ala), sehingga dapat dipilih saat yang paling harmonis untuk suatu kegiatan.

Baca juga:  Karya Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur Digelar Dua Minggu

Memilih waktu yang tepat untuk melakukan sebuah kegiatan ataupun upacara sama halnya dengan menjaga keseimbangan antara sekala dan niskala. Berikut ala ayuning dewasa hari ini, 19 April 2026 dikutip dari kalenderbali.org.

Amerta Gati
Baik untuk memulai suatu usaha, bercocok tanam.

Asuasa
Mengandung sifat boros, tidak baik untuk berbelanja, tidak baik untuk dewasa ayu.

Ayu Badra
Baik untuk memulai suatu usaha, bercocok tanam, membangun.

Catur Laba
Baik untuk bepergian menuju arah utara, upacara Manusa Yadnya, dan Pitra Yadnya.

Baca juga:  Kakak Beradik Ditangkap Gunakan Narkoba, Pengedarnya DPO

Kajeng Rendetan
Baik untuk menanam tumbuhan yang menghasilkan buah.

Kala Jengkang
Baik untuk membuat alat penangkap ikan, bubu dan mengadakan sabungan ayam (tajen).

Kala Lutung Magelut
Baik untuk membuat/meramu obat-obatan, mencampur sadek (makanan jangkrik), mulai membikin sawuh, melakukan tapa brata. Tidak baik untuk berburu.

Kala Mangap
Tidak baik untuk berbelanja, bila menggunakan hari ini akan berakibat boros.

Kala Ngunya
Baik untuk berkunjung, membuat/memasang kungkungan dan bubu.

Kala Sor
Tidak baik untuk bekerja hubungannya dengan dengan tanah seperti membajak, bercocok tanam, membuat terowongan.

Baca juga:  Hari PMI 17 September, Ini Jadwal Donor Darah di Bali

Kaleburau
Tidak baik melakukan karya ayu atau yadnya. Tidak baik melaksanakan atiwa-tiwa/ngaben

Srigati
Baik untuk menyimpan padi di lumbung dan menurunkan padi dari lumbung.

Srigati Munggah
Baik untuk membibit/menanam padi, membuat alat-alat berjualan, membuat pahat, menyimpan padi atau upacara padi li lumbung. Tidak baik meminjam sesuatu, menjual beli beras.

Subacara
Baik untuk melangsungkan segala jenis upacara, membuat program (rencana), membuat peraturan, mengangkat.menunjuk petugas, mulai berlatih/belajar. (Sumarthana/balipost)

BAGIKAN