Orang-orang mengangkut barang-barang yang berhasil diselamatkan dari rumah-rumah yang hancur akibat serangan udara Israel di Teheran, Iran, Kamis (12/3/2026). (BP/Antara)

WASHINGTON, BALIPOST.com – Upaya negara-negara di kawasan untuk mencapai gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran menemui jalan buntu.

Dikutip dari Kantor Berita Antara, Iran telah memberi tahu para mediator tentang keengganannya untuk bertemu dengan pejabat AS di Pakistan dalam beberapa hari mendatang, karena menurut mereka tuntutan Washington tidak dapat diterima, kata laporan itu.

Sementara itu, Mesir dan Turki terus berupaya memfasilitasi dialog dan menawarkan berbagai tempat untuk pembicaraan antara AS dan Iran, seperti Doha atau Istanbul, menurut laporan itu.

Baca juga:  Agus Mahayastra dan Agung Mayun Ambil Formulir Bakal Cabup dan Cawabup

Sebelumnya pada hari itu, kepala misi diplomatik Iran di Kairo Mojtaba Ferdosipour mengatakan kepada RIA Novosti bahwa Iran hanya akan menyetujui pengakhiran perang sepenuhnya dan menentang gencatan senjata.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, pada Rabu juga membantah klaim Presiden AS Donald Trump yang mengatakan bahwa Teheran meminta gencatan senjata.

Amerika Serikat dan Israel telah melancarkan serangan terhadap target di Iran pada 28 Februari, termasuk di Teheran, menyebabkan kerusakan dan korban sipil.

Baca juga:  Trump Nyatakan Gencatan Senjata di Jalur Gaza akan Segera Tercapai

Iran menanggapi dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Eskalasi ketegangan seputar Iran telah menyebabkan blokade de facto terhadap Selat Hormuz, yakni jalur utama untuk pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, sehingga mendorong kenaikan harga energi. (kmb/balipost)

BAGIKAN