Anggota DPD RI Dapil Bali, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa (tiga dari kanan) menerima perwakilan Pena NTT, Senin (30/3). (BP/.Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Anggota DPD RI Dapil Bali, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa (AWK) akhirnya menyampaikan permohonan maaf atas polemik unggahan media sosial yang menuai protes dari kalangan jurnalis. Ia mengakui mengunggah ulang informasi keliru tersebut merupakan kelalaian admin media sosialnya.

“Saya atas nama admin DPD RI AWK, baik di Jakarta maupun di Bali, mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” ujarnya, Senin (30/3).

Permintaan maaf itu disampaikan setelah puluhan wartawan yang tergabung dalam Perhimpunan Jurnalis Nusa Tenggara Timur (Pena NTT) Bali mendatangi Kantor DPD RI Perwakilan Bali di Jalan Cok Agung Tresna, Denpasar Timur, Senin (30/3). Mereka memprotes unggahan di akun Instagram @aryawedakarna yang merepost konten dari @kuatbaca terkait kasus dugaan pemerkosaan WNA di Bali.

Baca juga:  Ribuan Massa Hadiri Deklarasi Teman Suwirta, Siap Menangkan Suwasta

Dikutip dari keterangan tertulis Pena NTT Bali, unggahan tersebut menampilkan foto seorang wartawan Kompas.com berinisial VSG, anggota Pena NTT Bali, seolah-olah sebagai pelaku. Padahal, foto itu diambil dari profil penulis di Kompas.com, diedit, lalu ditempelkan pada dokumentasi jumpa pers kepolisian. Dalam konferensi pers tersebut, pihak kepolisian tidak menghadirkan pelaku maupun tersangka.

Ketua Pena NTT Bali, Agustinus Aporonaris Klasa Daton, menyampaikan dua tuntutan, yaini klarifikasi melalui akun resmi AWK dan permintaan maaf terbuka kepada VSG serta anggota Pena NTT Bali. Tuntutan itu kini dijawab dengan pernyataan maaf dari pihak AWK, disertai penghapusan konten bermasalah.

Baca juga:  Ratusan Panwas Kecamatan dan Desa Diberhentikan

Tak hanya itu, AWK juga menyatakan mendukung langkah Pena NTT untuk melaporkan akun sumber unggahan ke Dewan Pers sebagai bagian dari proses etik.

Di sisi lain, VSG mengaku mengalami dampak langsung dari unggahan tersebut. Ia menerima berbagai komentar negatif, termasuk bernada rasialis, setelah fotonya beredar dalam konteks yang keliru.

“Foto saya ditampilkan dalam konteks yang tidak tepat sehingga menimbulkan persepsi keliru di publik,” ujarnya. (kmb/balipost)

Baca juga:  Jasad Pria Diduga Dimutilasi Ditemukan di Pantai
BAGIKAN