Foto udara sejumlah kendaraan pemudik antre memasuki kapal di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Minggu (15/3/2026). (BP/Antara)

DENPASAR, BALIPOST.com – Macet parah ke Pelabuhan Gilimanuk pada arus mudik Lebaran 2026 mendapat perhatian serius dari Pusat. Guna mencegah terulangnya kemacetan parah di Pelabuhan Gilimanuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali segera merancang perubahan rute menuju pelabuhan untuk kendaraan logistik sebagaimana arahan dari Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.

Pemprov Bali merancang 3 pelabuhan untuk angkutan kendaraan logistik hadir di Bali utara, Bali timur, dan Bali selatan, sehingga rute kendaraan logistik akan berubah, lebih banyak melalui jalur laut tanpa ke Pelabuhan Gilimanuk.

“Tolong segera rancang arahan Pak Menteri Perhubungan supaya dari Pelabuhan Ketapang kendaraan logistik yang menyeberang ke Pelabuhan Gilimanuk berkurang, biasanya menggunakan kapal lalu lewat darat dari Gilimanuk ke Mengwi,” kata Gubernur Bali Wayan Koster di Denpasar, Kamis (26/3).

Baca juga:  Wabup Ipat Hadiri Penyerahan DIPA dan TKDD Tahun Anggaran 2022

Dilansir dari Kantor Berita Antara, pemetaan awalnya, kendaraan logistik yang biasanya masuk Bali via Pelabuhan Gilimanuk dapat dialihkan langsung ke kabupaten terkait, sehingga mengurangi beban pelabuhan yang selama ini menjadi pintu utama jalur laut Jawa-Bali.

“Ini sudah dibuktikan Pak Menteri Perhubungan untuk Pelabuhan Merak, bisa mengurangi kepadatan mudik, menggantikan kendaraan lewat darat, cepat,” ucap Gubernur Bali.

Koster juga menghitung bahwa modal untuk mengubah rute tidak begitu besar, sebab yang dibutuhkan hanya pembentukan pelabuhan dengan infrastruktur sederhana.

Baca juga:  Wanita Asal Bandung Dirampok Lalu Diperkosa

“Tidak perlu terminal yang mewah-mewah, pikirkan segera itu, segera buat kajian dan rencananya karena saya akan menghadap menteri untuk memprogramkan mulai tahun 2027, ini supaya mengurangi arus kendaraan logistik yang masuk ke darat,” kata dia.

Saat ini Pemprov Bali sedang studi untuk pembangunan Pelabuhan Sangsit Buleleng, Pelabuhan Amed Karangasem, Pelabuhan Kusamba Klungkung, dan Celukan Bawang Buleleng dengan dibantu investasi dan APBN.

Untuk pelabuhan kendaraan logistik, Koster mencontohkan ketika angkutan datang dari Pelabuhan Ketapang hendak ke Karangasem maka kapal bisa langsung melaju ke Pelabuhan Amed, kemudian jika hendak ke Buleleng dapat melalui Celukan Bawang, dan ketika hendak ke Gianyar dapat melalui Pelabuhan Kusamba.

Baca juga:  Percepat Ekonomi Desa, Dandim 1616/Gianyar Pantau Pembangunan Kantor Koperasi Merah Putih

“Tiga titik itu paling tidak akan sangat mengurangi arus padat kendaraan darat masuk Bali, bagus sekali program, itu akan diumumkan oleh Pak Menhub,” kata dia.

Untuk itu Gubernur Koster meminta jajarannya di OPD terkait segera merancang infrastruktur tersebut, apalagi dalam waktu dekat Koster akan bertemu dengan Komisi V DPR RI.

“Saya diundang membahas percepatan infrastruktur Bali, setelah lebaran janjinya jadi April besok, tolong siapkan konsep paparannya, supaya percepatan pembangunan infrastruktur bisa dilakukan dengan anggaran yang lebih besar 2027,” sambungnya. (kmb/balipost)

BAGIKAN