
JAKARTA, BALIPOST.com – Kabar mengejutkan datang dari skuad Garuda jelang FIFA Series 2026. Bek Go Ahead Eagles, Dean James, resmi dicoret dari daftar akhir Timnas Indonesia.
Keputusan ini dikonfirmasi oleh Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, yang menyebut pencoretan dilakukan murni karena aturan pembatasan jumlah pemain.
“Karena hanya 23 pemain yang bisa didaftarkan, sementara kita memanggil 24 pemain, maka satu harus dicoret,” ujar Sumardji, dikutip dari Kantor Berita Antara.
Awalnya, Dean James masuk dalam daftar 24 pemain yang dipanggil setelah berhasil lolos dari seleksi awal yang melibatkan 41 nama. Namun, regulasi kompetisi membuat satu pemain harus tersingkir, dan pilihan akhirnya jatuh kepada bek berusia 25 tahun tersebut.
Sumardji menegaskan bahwa keputusan ini juga telah melalui pertimbangan bersama pelatih kepala John Herdman. Bahkan, ia menyarankan agar tidak ada pemain yang hanya menjadi “penghangat tribun” demi menjaga kondisi mental.
“Kalau ada satu pemain tersisa dan hanya duduk di tribun, itu tidak baik untuk mental. Lebih baik tidak dibawa,” jelasnya.
Di sisi lain, nama Dean James sempat menjadi sorotan setelah muncul dugaan status paspor gandanya antara Indonesia dan Belanda. Isu ini mencuat usai pertandingan liga Belanda antara NAC Breda melawan Go Ahead Eagles, yang berakhir dengan skor telak 0-6 pada 15 Maret lalu.
Pihak NAC Breda mempertanyakan keabsahan James sebagai pemain non-Uni Eropa, sementara Go Ahead Eagles membela dengan menyatakan bahwa saat dikontrak pada Januari 2025, James masih berstatus warga Belanda dan baru resmi menjadi WNI pada Maret 2025.
Kasus tersebut kini tengah ditangani oleh KNVB dan masih dalam proses penyelesaian.
Meski demikian, pencoretan Dean James dipastikan tidak berkaitan langsung dengan polemik tersebut. Timnas Indonesia kini telah mengunci 23 nama terbaik yang siap tampil dan membawa harapan Merah Putih di ajang FIFA Series 2026. (Suka Adnyana/balipost)










