Atlet dan ofisial kontingen Indonesia mengikuti defile saat upacara penutupan ASEAN Para Games 2025 Thailand di 80th Birthday Stadium, Nakhon Ratchasima, Thailand, Senin (26/1/2026). Tim Indonesia berada di peringkat kedua dengan mengumpulkan 135 medali emas, 144 medali perak, dan 114 medali perunggu dalam pesta olahraga terbesar se-Asia Tenggara untuk atlet disabilitas tersebut. (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Pemerintah memberikan apresiasi kepada para atlet peraih medali di ajang ASEAN Para Games 2025. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, mengumumkan besaran bonus untuk atlet dan pelatih sebagai bentuk penghargaan atas prestasi yang diraih.

“Untuk peraih medali emas nomor perorangan sebesar Rp1 miliar. Untuk peraih medali emas nomor ganda sebesar Rp800 juta. Untuk peraih medali emas nomor beregu sebesar Rp500 juta. Sementara untuk para pelatih, Rp300 juta untuk nomor perorangan dan ganda, serta Rp400 juta untuk nomor beregu,” ujar Erick dalam keterangannya, Selasa (17/3).

Baca juga:  Transaksi Pembayaran Digital akan Tumbuh Hampir 30 Persen pada 2026

Secara keseluruhan, total bonus yang disalurkan pemerintah hampir mencapai Rp365 miliar. Ia menambahkan, capaian kontingen Indonesia di ASEAN Para Games menjadi kebanggaan tersendiri karena berhasil melampaui target yang ditetapkan.

Dari target 82 medali emas, para atlet berhasil membawa pulang 135 medali emas, 143 medali perak, dan 114 medali perunggu.

Hal tersebut mengantarkan Indonesia menempati peringkat kedua pada klasemen akhir ASEAN Para Games. “Ini merupakan komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa prestasi atlet Para Games dihargai secara adil dan setara,” lanjutnya dilansir dari rilis Badan Komunikasi (Bakom) RI.

Baca juga:  Timnas U-17 Indonesia Diminta Tak Larut Dalam Kekecewaan

Lebih lanjut, ia memastikan proses penyaluran bonus dilakukan secara transparan dan langsung kepada penerima.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, seluruh dana bonus ini ditransfer langsung oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga ke rekening masing-masing atlet dan pelatih sehingga dapat diterima secara cepat, transparan, dan tepat sasaran,” tutup Erick. (kmb/balipost)

BAGIKAN