
DENPASAR, BALIPOST.com – Terkait kegiatan malam pengerupukan dan pawai ogoh-ogoh, Rabu (18/3), Polresta Denpasar mematangkan strategi pengamanan guna memastikan situasi tetap kondusif. Masyarakat diimbau untuk menjaga ketertiban, mengikuti arahan petugas di lapangan, dan pengarak ogoh-ogoh diimbau tidak mengonsumsi minuman keras (miras). Hal ini dilakukan guna mencegah gesekan antarkelompok.
Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, Senin (16/3) mengatakan pihaknya mengerahkan sekitar 1.200 personel gabungan, terdiri dari anggota Polresta Denpasar dan polsek jajaran, TNI, Satpol PP Kota Denpasar, Dinas Perhubungan (Dishub) dan pecalang sebagai unsur utama pengamanan berbasis adat. “Pengerahan personel ini kami fokuskan pada titik-titik strategis yang diprediksi menjadi pusat keramaian dan jalur utama pawai,” ujarnya.
Titik strategis tersebut, lanjut Kombes Leonardo, yakni di kawasan Catur Muka (Titik Nol Denpasar) yang menjadi pusat perhatian utama karena lokasi parade atau atraksi ogoh-ogoh terbaik. Persimpangan Catus Pata, pengamanan ketat dilakukan untuk mengatur arus lalu lintas dan mencegah kemacetan total. Disamping itu personel disebar ke desa-desa atau kelurahan untuk mengawal pawai yang dilakukan secara lokal di wilayah banjar masing-masing.
Pengamanan juga dilakukan di kawasan wisata seperti Sanur dan pusat kota lainnya yang memiliki agenda festival. Sedangkan skema pengamanan dan fasilitas, polresta menerapkan beberapa langkah yaitu rekayasa lalu lintas yakni sterilisasi area pusat keramaian dan pengalihan arus di jalur-jalur yang dilintasi ogoh-ogoh.
Untuk mengurangi kepadatan telah disiapkan lokasi parkir di GOR Ngurah Rai, Jalan Veteran, Jalan Kaliasem, dan sisi selatan Jalan Sugianyar. Patroli mobile digelar untuk menjaga keamanan rumah-rumah kosong yang ditinggal warga saat menonton pawai atau persiapan menyepi. (Kerta Negara/balipost)










