Salah satu peternakan babi di Desa Antosari, Tabanan. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dewasa ayu atau ala ayuning dewasa memiliki peran penting sebagai pedoman dalam menentukan waktu yang tepat untuk melakukan sebuah kegiatan dalam tradisi masyarakat Bali. Secara etimologis, ala berarti buruk atau kurang baik, sedangkan ayu berarti indah, baik, atau utama.

Dewasa bermakna hari, waktu, atau momentum. Maka, ala ayuning dewasa dapat dipahami sebagai perhitungan waktu yang mempertimbangkan sisi baik (ayu) dan kurang baik (ala), sehingga dapat dipilih saat yang paling harmonis untuk suatu kegiatan.

Baca juga:  Tidak Baik untuk Pembuatan Bibit, Berikut Ala Ayuning Dewasa 18 Oktober 2025

Memilih waktu yang tepat untuk melakukan sebuah kegiatan ataupun upacara sama halnya dengan menjaga keseimbangan antara sekala dan niskala. Berikut ala ayuning dewasa hari ini, 7 Februari 2026 dikutip dari kalenderbali.org.

Dadig Krana
Baik untuk menanam tebu, mentimun. Tidak baik untuk upacara atau yadnya, mengadakan pertemuan (rapat), bersenggama.

Gagak Anungsang Pati
Tidak baik melakukan upacara membakar mayat, atiwa-tiwa

Kala Upa
Baik untuk memulai mengambil/memelihara ternak (wewalungan).

Baca juga:  WN Inggris Pembunuh Polisi Akhirnya Bebas

Pamacekan
Baik untuk mengerjakan sawah/tegal, membuat tombak penangkap ikan. Tidak baik melaksanakan yadnya

Purwanin Dina
Tidak baik sebagai dewasa ayu

Ratu Megambahan
Tidak baik untuk membuat peraturan-peraturan, membuat rencana, mengangkat petugas/pejabat.

Tutur Mandi
Baik untuk melakukan hal yang bersifat gaib (kedyatmikan), memberikan petuah/nasihat. (Sumarthana/balipost)

BAGIKAN