Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Hanif Faisol Nurofiq. (BP/win)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur Liquefied Natural Gas (LNG) di Bali telah mengantongi Surat Keputusan Kelayakan Lingkungan (SKKL) dan dipandang sebagai solusi paling cepat untuk menjaga ketahanan energi Pulau Dewata.

Hal tersebut disampaikannya saat diwawancarai di sela aksi bersih-bersih sampah laut di Pantai Kedonganan, Badung, Jumat (6/2).

Hanif menyebutkan, pemberian SKKL LNG dilakukan berdasarkan pertimbangan lintas kementerian, termasuk Kementerian Pertambangan dan Energi, menyusul pengalaman pemadaman listrik (blackout) yang pernah terjadi di Bali.

Baca juga:  Gegara Mobil Sewaan, Herbert Ditusuk Hingga Kritis

“Soal LNG, SKKL-nya sudah kita berikan. Ini atas pertimbangan kebutuhan energi. Kita pernah mengalami blackout dan Bali membutuhkan pasokan energi yang stabil. Solusi paling cepat yang saat ini tersedia adalah LNG,” ujarnya.

Menurut Hanif, penggunaan LNG merupakan langkah transisi menuju sistem energi yang lebih bersih. Ia menekankan bahwa LNG diarahkan sebagai energi rendah emisi, meskipun belum sepenuhnya rendah karbon.

“Ini bukan berarti rendah karbon, tapi rendah emisi. Ini yang harus kita lakukan untuk Bali. Kita harus presisi, karena Bali ini tempat berkumpulnya banyak orang,” katanya.

Baca juga:  Gubernur Koster Suarakan Penerapan Energi Bersih di Konferensi IndoPacific LNG Summit 2022

Terkait adanya penolakan dari sebagian masyarakat pesisir, Hanif menyatakan bahwa proses sosialisasi telah dilakukan berulang kali, termasuk melalui tahapan pelingkupan sosial yang memakan waktu cukup panjang.

“Sosialisasi sudah dilakukan berkali-kali. Proses pelingkupan sosial dan ujiannya berjalan sampai tiga tahun. Bahkan rencana awal yang berjarak 500 meter dari pantai sudah ditarik menjadi 3,5 kilometer. Itu sudah usulan maksimal,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemerintah mendukung pengembangan LNG sebagai bagian dari upaya menuju Bali rendah emisi dan rendah intensitas energi, sambil terus mendorong peningkatan pemanfaatan energi terbarukan.

Baca juga:  Dugaan Korupsi Bedah Rumah Dana PHR Badung

“Kita dukung Bali rendah emisi. Yang penting saat ini, Bali tidak boleh kekurangan energi. Sambil berjalan, energi terbarukan terus kita tingkatkan,” tegas Hanif.

Meski demikian, Hanif mengaku belum memantau secara detail perkembangan terkini proyek LNG di lapangan dan menyebutkan bahwa evaluasi lanjutan akan dilakukan setelah seluruh proses berjalan sesuai tahapan yang ditetapkan. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN